Perang! Ukraina Jadi Abu, Rusia Jadi Arang: Kedodoran Bayar Utang

Kamis, 10 Maret 2022 - 20:16 WIB
loading...
A A A
Pengumuman Fitch datang setelah AS dan Inggris mengatakan mereka akan melarang minyak Rusia, sebagai pengebirian ekonomi atas invasi Rusia ke Ukraina. Presiden AS Joe Biden mengatakan langkah itu menargetkan "arteri utama ekonomi Rusia". Uni Eropa sendiri sudah "mendeklarasikan" akan mengakhiri ketergantungannya pada gas Rusia.

Sebagai pengekspor utama energi, langkah-langkah tersebut bertujuan untuk memukul keuangan Moskow, meskipun para ahli memperingatkan aksi itu kemungkinan juga akan membakar harga minyak dan gas alam di pasar global.



Moskow mengatakan kepada investor bahwa mereka akan terus membayar utangnya. Namun, Moskow juga mewanti-wanti bahwa sanksi internasional yang dikenakan pada industri energinya dapat membatasi kemampuan dan kemauannya untuk memenuhi kewajiban.

"Kemungkinan untuk melakukan pembayaran akan tergantung pada tindakan pembatasan yang dilakukan oleh negara-negara asing," kata Kementerian Keuangan Rusia dalam sebuah pernyataan.

Dalam beberapa hari terakhir, lembaga pemeringkat lainnya, seperti Moody's Investors Service dan S&P Global Ratings juga telah memangkas penilaian mereka terhadap utang Rusia. Artinya, (surat) utang Rusia sekarang dianggap di bawah peringkat investasi, atau di wilayah "sampah".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Rekomendasi
Perkuat Eksistensi di...
Perkuat Eksistensi di Jakarta Fair 2026 Lewat Konsep Sports Market Terbaru
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
Iran Tak Punya Keberuntungan,...
Iran Tak Punya Keberuntungan, Apa yang Terjadi dengan Sepak Bola Teheran?
Berita Terkini
Galon Guna Ulang Berizin...
Galon Guna Ulang Berizin Edar BPOM dan Ber-SNI Dipastikan Aman Dipakai
Transisi Net Zero Ubah...
Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Jalur Hormuz Mulai Stabil,...
Jalur Hormuz Mulai Stabil, Saudi Aramco Kembali Ekspor Minyak setelah Mandek 4 Bulan
MEKAR Kembangkan Ekosistem...
MEKAR Kembangkan Ekosistem Pembiayaan Produktif
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Guna Usaha Indonesia Catat Kinerja Unggul Selama 10 Tahun Berturut-turut
Raih Penghargaan Infobank,...
Raih Penghargaan Infobank, MNC Finance Catat Kinerja Terbaik Selama Lima Tahun Berturut-turut
Infografis
Ukraina Mengharapkan...
Ukraina Mengharapkan 3 Juta Peluru Sekutu untuk Akhiri Perang
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved