Pukulan Telak Bagi Aliran Uang Rusia, Western Union dan Goldman Sachs Pergi

Minggu, 13 Maret 2022 - 06:43 WIB
loading...
Pukulan Telak Bagi Aliran...
Tindakan ini merupakan pukulan lebih lanjut terhadap aliran uang di Rusia. Western Union sendiri menyediakan layanan transfer uang dan pembayaran internasional di lebih dari 200 negara dan 130 mata uang. Foto/Dok Reuters
A A A
MOSKOW - Goldman Sachs mengatakan, bakal menutup operasinya di Rusia dan menjadi bank Wall Street pertama yang menarik diri dari negara itu sebagai tanggapan atas invasi Ukraina . Selanjutnya raksasa transfer uang, Western Union juga mengutarakan sikapnya untuk menangguhkan operasional mereka di Rusia dan Belarus.

Kedua perusahaan tersebut menambah panjang daftar brand global yang memutuskan kabur dari Rusia. Sebelumnya pada hari Kamis, pemilik Uniqlo dan U-turn juga memutuskan untuk menangguhkan semua kegiatan bisnis di negara yang dipimpin Vladimir Putin itu.

Baca Juga: Visa dan Mastercard Stop Beroperasi di Rusia Imbas Invasi Ukraina

Beroperasi di Moskow semakin sulit bagi lembaga keuangan Barat dan perusahaan lain di tengah sanksi internasional terhadap Rusia. Lebih dari 330 perusahaan telah menarik diri atau secara signifikan membatasi operasional mereka di Rusia dalam beberapa hari terakhir, menurut para peneliti Yale, yang telah melacak respons perusahaan.

Menjelang akhir pekan kemarin, Goldman Sachs mengatakan akan "mengurangi" bisnisnya di Rusia meski tidak langsung pergi. Bank mengatakan, pihaknya melakukannya "sesuai dengan persyaratan peraturan dan lisensi".

Pada akhir 2021, total eksposur kredit Goldman Sachs di Rusia mencapai USD650 juta setara dengan Rp9,23 triliun (Kurs Rp14.214 per USD). Selanjutnya sesama raksasa Wall Street, JP Morgan Chase juga mengatakan pihaknya "secara aktif melepaskan bisnis Rusia", terkait kegiatan yang berfokus pada staf dan membantu klien global mengelola risiko dan menutup kewajiban.

Baca Juga: Sejumlah Perusahaan Dunia Tetap Bercokol di Rusia: Demi Kemanusiaan atau Cuan?

Sementara itu Western Union menyampaikan, sikap tegas perusahaan yakni "berdiri bersama dunia dalam mengutuk invasi Ukraina yang tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan".

"Pada akhirnya, mengingat dampak tragis yang sedang berlangsung dari serangan berkepanjangan Rusia terhadap Ukraina, kami telah sampai pada keputusan untuk menangguhkan operasi kami di Rusia dan Belarus," kata pihak perusahaan.

Tindakan ini merupakan pukulan lebih lanjut terhadap aliran uang di Rusia. Western Union sendiri menyediakan layanan transfer uang dan pembayaran internasional di lebih dari 200 negara dan 130 mata uang.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC yang diterbitkan hari ini, Gubernur Bank Sentral Ukraina Kyrylo Shevchenko telah meminta Western Union untuk "menghentikan pengiriman uang tunai ke bank-bank Rusia dan Belarusia."

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Perseteruan Memanas,...
Perseteruan Memanas, Jet Tempur Swedia Cegat Pesawat Militer Rusia
Jenderal Jerman Duga...
Jenderal Jerman Duga Rusia Bakal Kerahkan Senjata Nuklir ke Luar Angkasa, Bisa Picu Kiamat Satelit
Rekomendasi
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved