Terungkap Bukti Baru Kasus Korupsi Roman Abramovich di Tengah Pemburuan Aset Miliarder Rusia
Selasa, 15 Maret 2022 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
Dalam dokumen itu diterangkan bahwa seorang anggota delegasi China diculik ketika mereka tiba di Moskow untuk pelelangan. "CNPC, perusahaan China, pesaing yang sangat kuat, harus menarik diri dari pelelangan setelah salah satu perwakilannya diculik setibanya di Bandara Moskow dan dibebaskan hanya setelah perusahaan menyatakan penarikannya."
Cerita penculikan ini didukung oleh sumber independen yang tidak disebutkan dalam dokumen tersebut. Vladimir Milov merupakan wakil menteri energi Rusia menjelang penjualan Slavneft. Dia tidak mengomentari cerita penculikan itu, tetapi dia mengatakan tokoh-tokoh politik senior telah memutuskan bahwa kemitraan Abramovich akan memenangkan pelelangan.
"Saya berkata lihat orang China ingin masuk dan mereka ingin membayar harga yang jauh lebih besar. Mereka mengatakan itu tidak masalah, diam, tidak ada urusan Anda. Itu sudah diputuskan. Slavneft pergi ke Abramovich, harganya disepakati. Orang China akan diseret keluar entah bagaimana," bunyi keterangan dalam dokumen itu.
Baca Juga: Harta Miliarder Rusia Raib Rp459 Triliun Imbas Konflik Ukraina yang Memanas
Tidak ada keterangan yang menyebutkan apakah Abramovich tahu tentang plot penculikan, atau memainkan peran apapun di dalamnya. Pengacaranya mengatakan kepada BBC bahwa klaim penculikan "sama sekali tidak berdasar" dan dia "tidak memiliki pengetahuan tentang insiden semacam itu".
Faksi-faksi yang berbeda telah berjuang untuk menguasai Slavneft dan ada oposisi luas terhadap tawaran China. Apapun alasan penarikan China, kemitraan Abramovich menjadi satu-satunya tawaran yang tersisa di atas meja.
Dan mereka membeli Slavneft dengan harga knockdown. Pengacara Abramovich mengatakan tuduhan korupsi dalam kesepakatan Slavneft dan Sibneft adalah salah, dan dia menyangkal Abramovich dilindungi oleh Yeltsin.
Cerita penculikan ini didukung oleh sumber independen yang tidak disebutkan dalam dokumen tersebut. Vladimir Milov merupakan wakil menteri energi Rusia menjelang penjualan Slavneft. Dia tidak mengomentari cerita penculikan itu, tetapi dia mengatakan tokoh-tokoh politik senior telah memutuskan bahwa kemitraan Abramovich akan memenangkan pelelangan.
"Saya berkata lihat orang China ingin masuk dan mereka ingin membayar harga yang jauh lebih besar. Mereka mengatakan itu tidak masalah, diam, tidak ada urusan Anda. Itu sudah diputuskan. Slavneft pergi ke Abramovich, harganya disepakati. Orang China akan diseret keluar entah bagaimana," bunyi keterangan dalam dokumen itu.
Baca Juga: Harta Miliarder Rusia Raib Rp459 Triliun Imbas Konflik Ukraina yang Memanas
Tidak ada keterangan yang menyebutkan apakah Abramovich tahu tentang plot penculikan, atau memainkan peran apapun di dalamnya. Pengacaranya mengatakan kepada BBC bahwa klaim penculikan "sama sekali tidak berdasar" dan dia "tidak memiliki pengetahuan tentang insiden semacam itu".
Faksi-faksi yang berbeda telah berjuang untuk menguasai Slavneft dan ada oposisi luas terhadap tawaran China. Apapun alasan penarikan China, kemitraan Abramovich menjadi satu-satunya tawaran yang tersisa di atas meja.
Dan mereka membeli Slavneft dengan harga knockdown. Pengacara Abramovich mengatakan tuduhan korupsi dalam kesepakatan Slavneft dan Sibneft adalah salah, dan dia menyangkal Abramovich dilindungi oleh Yeltsin.
(akr)
Lihat Juga :