Rusia Ancam Setop Pasok Gas ke Eropa, Provinsi di Belanda Hidupkan Kembali Kilang

Kamis, 17 Maret 2022 - 10:04 WIB
loading...
A A A
Baca Juga: Pangkas Sepertiga Impor Gas Rusia, UE Serukan Kebangkitan Energi Nuklir

Ilmu pengetahuan telah menunjukkan ekstraksi gas dapat mengacaukan tanah di atas endapan dan otoritas Belanda untuk produksi gas memperingatkan pekan lalu bahwa produksi, bahkan pada tingkat rendah, akan meningkatkan risiko gempa bumi bagi orang-orang yang tinggal di rumah.

Pemerintah mengatakan dalam sebuah pernyataan, pada hari Senin kemarin bahwa pihaknya masih bertujuan menutup lapangan gas secara permanen sesegera mungkin, atau pada tahun 2023 hingga 2024. Tetapi dikatakan ketidakpastian yang kembali muncul, "sebagian karena invasi Rusia ke Ukraina," berarti gas Groningen mungkin diperlukan sebagai upaya terakhir.

Setelah bertahun-tahun bergelut dengan masalah kompensasi antara pemerintah dan Nederlandse Aardolie Maatschappij (NAM), perusahaan patungan Shell dan Exxon Mobil Corp yang mengelola produksi di Groningen menentang peningkatan produksi. Nam menolak berkomentar terkait kabar ini.

Schrages mengatakan, mereka harus menggunakan USD27.400 dari tabungan pensiun untuk menyelesaikan pembangunan kembali rumah. Mereka ingin pemerintah berjanji untuk menutupi biaya apapun dari potensi kerusakan lebih lanjut, tetapi Ia menambahkan bahwa gangguan itu akan sepadan jika mereka dapat membuat perbedaan.

"Seluruh kota kami telah mengubah pendapatnya," kata Bert.

"Tetapi jika kita bisa mengubahnya menjadi sesuatu yang positif dan berkontribusi untuk menghentikan perang di Ukraina, maka kita perlu melakukan itu."

Kemakmuran dan Rasa Sakit

Ladang gas ditemukan pada tahun 1959, menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Dalam banyak hal merupakan simbol kemakmuran pasca-perang untuk Belanda, dan untuk benua Eropa secara keseluruhan.

Ketika output memuncak pada tahun 1982, Groningen menyediakan hampir seperlima dari anggaran pemerintah tahunan Belanda. Hasilnya buat mendanai proyek-proyek infrastruktur besar. Jutaan rumah tangga dan bisnis terhubung ke sistem pipa nasional yang menghasilkan listrik dan mendorong pertumbuhan industri.

Bagian yang menguntungkan buat Groningen sendiri kecil, kata Jan Wigbolgus, sebagai kepala Groninger Gasberaad, sebuah kolektif kelompok sosial, melobi agar penduduk setempat memiliki kekhawatiran tentang produksi gas.

Oposisi terorganisir dimulai pada tahun 2009 tetapi butuh waktu bertahun-tahun bagi penduduk untuk memenangkan upaya perbaikan terhadap rumah mereka dari pemerintah. Baru pada tahun 2015, gempa diakui sebagai risiko keamanan oleh pihak berwenang.

NAM telah lama membantah adanya hubungan antara gempa dan produksi gas. Pada tahun 2018, ia setuju dengan negara untuk mendanai kompensasi dan telah menutupi sebagian besar biaya, tetapi bulan lalu mengajukan arbitrase atas pembayaran klaim kerusakan yang sedang berlangsung.

Gempa besar bisa membuat dinding retak yang berbahaya bagi orang sekitar. Pada akhir Januari, hanya 14% dari lebih 27.000 rumah yang oleh penilaian diperintahkan pemerintah membutuhkan penguatan telah dinyatakan aman, beberapa tahun molor dari jadwal, menurut sebuah laporan oleh Koordinator Nasional untuk Groningen.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Akhirnya! Blok Masela...
Akhirnya! Blok Masela Bakal Diresmikan Besok usai Puluhan Tahun Mangkrak
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Rekomendasi
Bandung Jadi Tuan Rumah...
Bandung Jadi Tuan Rumah Perdana Erafone Run 2026, Targetkan 2.000 Peserta
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps.22: Momen Romantis Elio yang Berniat Melamar Arumi Berubah Menjadi Mimpi Buruk
Soal Biaya Lepas Status...
Soal Biaya Lepas Status WNI Rp5 Juta, Menkum Supratman: Kami Kaji Kembali
Berita Terkini
Bitcoin Kembali ke Level...
Bitcoin Kembali ke Level USD65.500, Didukung Regulasi AS dan Arus ETF
Dukung Pendidikan Wilayah...
Dukung Pendidikan Wilayah Pesisir, PHE Gelar Pemeriksaan Mata Gratis di Kepulauan Seribu
Indonesia Digetok Tarif...
Indonesia Digetok Tarif Baru Trump 10%, Purbaya: Baik Buat Kita
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
Infografis
Jadi Target Rudal AS,...
Jadi Target Rudal AS, Rusia Balas Ancam Bidik Kota-kota Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved