Rusia Ancam Setop Pasok Gas ke Eropa, Provinsi di Belanda Hidupkan Kembali Kilang

Kamis, 17 Maret 2022 - 10:04 WIB
loading...
Rusia Ancam Setop Pasok...
Perang Ukraina bagi salah satu provinsi di Belanda menjadi panggilan yang tidak pernah disangka sebelumnya, ketika mereka harus kembali mengaktifkan kilang gas yang telah lama disuntik mati. Foto/Dok
A A A
OVERSCHILD - Perang Ukraina bagi salah satu provinsi di Belanda menjadi panggilan yang tidak pernah disangka sebelumnya, ketika mereka harus kembali mengaktifkan kilang gas yang telah lama disuntik mati. Gambar rumah sakit hingga gedung apartemen yang dibom di seluruh Ukraina mengingatkan Jannie dan Bert Schrage tentang negara asal mereka selama Perang Dunia II.

Kemudian pasangan pensiunan yang tinggal di utara Belanda itu, menyadari bahwa mereka memiliki sumber daya untuk membantu memperlambat kampanye Presiden Vladimir Putin soal gas alam. Schrages hidup di atas ladang gas Groningen, merupakan yang terbesar di Eropa.

Baca Juga: Bos Energi AS Sesumbar Bisa Gantikan Pasokan Gas Rusia

Mereka telah menentang produksi gas sejak gempa bumi mulai memaksanya keluar dari rumah mereka satu dekade lalu. Sekarang mayoritas dari mereka dalam survei yang digelar Provinsi ini mengatakan, bahwa jika itu akan membantu Ukraina, mereka bakal memompa gas lebih banyak.

"Saya tidak pernah berpikir kata-kata itu akan keluar dari mulut saya," kata Bert Schrage, mantan asisten pengajar di Universitas Groningen, yang berdiri di dekat bendera Ukraina yang ditempatkan di samping jendelanya.

Rumah Schrages, sebuah bangunan prefabrikasi dari tahun 1997 harus dihancurkan dan dibangun kembali tahun lalu setelah dinyatakan tidak aman karena gempa yang dipicu oleh ekstraksi gas.

Hampir setiap rumah di desa mereka yang berjumlah 500 di Overschild, perlu direnovasi atau diganti sepenuhnya, kata pasangan itu. Warga di seluruh wilayah telah berkampanye selama bertahun-tahun agar ladang gas ditutup.

"Putin berhasil mengubah pikiran saya," kata Schrage.

Respon ini menjadi salah satu contoh dari perubahan yang terjadi secara mendadak terkait kebijakan energi di seluruh Eropa yang dipicu oleh invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari.

Serangan Rusia yang disamakan oleh Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskiy sebagai tirai besi baru yang jatuh di seluruh benua, telah menyoroti ketergantungan Eropa pada energi Rusia. Hal itu memicu aksi untuk mengamankan sumber energi baru non Rusia yang berasal dari Amerika Serikat dan Qatar hingga Jepang, yang akan mengalihkan beberapa impor gas alam cair (LNG) ke Eropa.

Rusia membantah, telah menargetkan warga sipil dengan mengatakan pihaknya melakukan "operasi khusus" untuk mendemiliterisasi Ukraina. Bahkan ketika konflik berkecamuk, gas Rusia masih mengalir ke Eropa, terhitung 40% dari total pasokannya.

Namun, seorang pejabat kementerian luar negeri Rusia mengatakan, pada hari Sabtu bahwa Uni Eropa akan membayar setidaknya tiga kali lebih banyak untuk minyak, gas dan listrik sebagai akibat dari sanksi terhadap Moskow.

Lapangan Groningen mengandung sekitar 450 miliar meter kubik (bcm) gas yang dapat dipulihkan. Angka itu hampir tiga tahun impor Eropa dari Rusia, menurut Rene Peters, seorang spesialis gas di Organisasi Belanda untuk Ilmu Terapan, yang dikenal dengan TNO di Belanda.

Bahan bakar dari Groningen telah memanaskan rumah-rumah Belanda, menghasilkan listrik dan industri bertenaga di Belanda dan sekitarnya selama setengah abad. Antara tahun 2000-2018, Belanda mengekspor gas senilai 202 miliar euro atau USD221 miliar ke Jerman, Belgia dan Prancis, menurut Badan Statistik Belanda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
Akhirnya! Blok Masela...
Akhirnya! Blok Masela Bakal Diresmikan Besok usai Puluhan Tahun Mangkrak
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Rusia Larang Ekspor...
Rusia Larang Ekspor Solar, Picu Kekhawatiran Baru di Pasar Energi Dunia
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Rekomendasi
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Minta Satpam Tak Dipecat,...
Minta Satpam Tak Dipecat, Pramono Ungkap CCTV Alphard Terobos Lampu Merah di Bundaran HI
Sekda Tangsel Bambang...
Sekda Tangsel Bambang Ingatkan ASN Berikan Pelayanan Publik Sesuai Standar
Berita Terkini
Tumbuh Bersama GrabModal:...
Tumbuh Bersama GrabModal: Dari Rumah Kontrakan, Mama Khas Banjar Kini Punya Belasan Karyawan
Ingin Masuk di Pasar...
Ingin Masuk di Pasar Global? Pakar Ungkap Kunci Brand Indonesia Bisa Mendunia
IHSG Sesi Siang Terjun...
IHSG Sesi Siang Terjun Bebas 1,75% ke 6.204, Transaksi Tembus Rp10,4 Triliun
HWB Serang Resmi Diluncurkan...
HWB Serang Resmi Diluncurkan Besok , Harga Mulai dari Rp101 Juta
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
Infografis
Eropa Ternyata Pasok...
Eropa Ternyata Pasok Senjata ke Israel untuk Digunakan di Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved