Menko Airlangga Waspadai Inflasi Global dan Imbas Perang Rusia-Ukraina

Kamis, 17 Maret 2022 - 13:29 WIB
loading...
Menko Airlangga Waspadai...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam MNC Group Investor Forum 2022 secara virtual di Jakarta, Kamis(17/3/2022). FOTO/Michelle Natalia/MPI
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa tantangan inflasi global memicu sejumlah negara melakukan normalisasi kebijakan keuangan.

"Serta kondisi geopolitik yang terjadi perang Rusia Ukraina, dan tantangan ini tentunya akan terjadi akibat kenaikan berbagai komoditas," ujar Airlangga dalam MNC Group Investor Forum 2022 secara virtual di Jakarta, Kamis(17/3/2022).

Baca Juga: Airlangga Hartarto Serukan Kolaborasi Pemerintah dan Swasta untuk Dukung UMKM

Konflik Rusia dan Ukraina menjadi potensi penurunan transaksi perdagangan internasional, dimana kenaikan harga komoditas energi dan pangan yang pada gilirannya mendorong inflasi di berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

"Indonesia memang memiliki fondasi yang cukup kuat dan tumbuh 3,7% secara year on year di tahun 2021 kemudian PDB per kapita Indonesia juga meningkat di level USD4.349,5 USD di tahun 2021," ungkap Airlangga.

Terlebih, Indonesia masuk kembali di kategori negara upper middle income di akhir tahun 2021 yang sebelumnya telah turun akibat pandemi.

"Pemerintah terus menargetkan pertumbuhan perekonomian di 5,2% pada tahun 2022, dan mencermati berbagai risiko baik global dan domestik, termasuk tantangan penciptaan lapangan kerja. Kita harus memastikan ekonomi kita bangkit pasca pandemi COVID-19," tandasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Inflasi Indonesia Mei...
Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Inflasi Medis Picu Kenaikan...
Inflasi Medis Picu Kenaikan Biaya Kesehatan, Allianz Ingatkan Pentingnya Proteksi Jangka Panjang
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Bertemu PM Belarus,...
Bertemu PM Belarus, Airlangga Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan hingga Energi
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
Rekomendasi
Gempa 5,3 Magnitudo...
Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Maluku Barat Daya
Mobil Listrik Luce Picu...
Mobil Listrik Luce Picu Kontroversi, Ferrari Dijatuhkan Denda
Jelang Kedatangan Jemaah...
Jelang Kedatangan Jemaah Gelombang Kedua di Madinah, Wamenhaj Minta Petugas Haji Siaga
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
WYCE Targetkan Penjualan...
WYCE Targetkan Penjualan 100.000 Boks pada Tahun Pertama
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
DPR Solid Tolak Aturan...
DPR Solid Tolak Aturan Kemasan Polos Produk Tembakau dari Kemenkes
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved