Rusia Bakal Kehilangan Pelanggan, Lithuania Ancam Stop Impor Minyak dan Gas
Jum'at, 18 Maret 2022 - 02:43 WIB
loading...
A
A
A
"Tapi saya akan mengatakannya dengan kata lain: Kami lebih siap untuk pemotongan sumber daya energi Rusia daripada banyak negara lain di UE (Uni Eropa)," tegasnya.
Pada 3 Maret, pemilik kilang Mazeikiai Lithuania, Orlen Lietuva mengumumkan, telah menyetujui kesepakatan dengan Saudi Aramco untuk lima kapal tanker tambahan dari komoditas yang diambil dari Laut Utara. Hal itu, katanya bakal memastikan pasokan alternatif untuk Lithuania, Polandia dan Republik Ceko.
Empat hari kemudian, perusahaan mengatakan, bahwa melihat situasi di Ukraina, Ia telah "siap untuk skenario apa pun, termasuk penangguhan lengkap pasokan dari arah timur."
Peringatan dari presiden Lithuania menunjukkan bagaimana beberapa negara bersedia untuk memberikan tekanan lebih lanjut pada ekonomi Rusia. Selain minyak, Lithuania telah bekerja keras selama satu dekade terakhir untuk mengurangi ketergantungannya pada gas alam Rusia, termasuk dengan membuka terminal LNG sendiri yang disebut Independence.
Namun, kemandirian listrik masih dalam proses, kata Presiden Nauseda. "Kami masih terhubung dengan apa yang disebut sistem Brell dari bekas Uni Soviet dan koneksi ini tidak memungkinkan peralihan ke sistem (Eropa) yang berbeda (saat ini)," paparnya.
Sambung dia menerangkan, untuk proses peralihan Lithuania dari Brell "akan selesai pada 2025. Sekarang kami akan mencoba mempercepat proses ini untuk memutuskan hubungan lebih cepat," tambahnya.
Presiden Nauseda juga mengaku memiliki kekhawatiran yang sama dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, tentang apakah negara-negara Baltik termasuk Lithuania bisa menjadi target berikutnya bagi Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pada 3 Maret, pemilik kilang Mazeikiai Lithuania, Orlen Lietuva mengumumkan, telah menyetujui kesepakatan dengan Saudi Aramco untuk lima kapal tanker tambahan dari komoditas yang diambil dari Laut Utara. Hal itu, katanya bakal memastikan pasokan alternatif untuk Lithuania, Polandia dan Republik Ceko.
Empat hari kemudian, perusahaan mengatakan, bahwa melihat situasi di Ukraina, Ia telah "siap untuk skenario apa pun, termasuk penangguhan lengkap pasokan dari arah timur."
Peringatan dari presiden Lithuania menunjukkan bagaimana beberapa negara bersedia untuk memberikan tekanan lebih lanjut pada ekonomi Rusia. Selain minyak, Lithuania telah bekerja keras selama satu dekade terakhir untuk mengurangi ketergantungannya pada gas alam Rusia, termasuk dengan membuka terminal LNG sendiri yang disebut Independence.
Namun, kemandirian listrik masih dalam proses, kata Presiden Nauseda. "Kami masih terhubung dengan apa yang disebut sistem Brell dari bekas Uni Soviet dan koneksi ini tidak memungkinkan peralihan ke sistem (Eropa) yang berbeda (saat ini)," paparnya.
Sambung dia menerangkan, untuk proses peralihan Lithuania dari Brell "akan selesai pada 2025. Sekarang kami akan mencoba mempercepat proses ini untuk memutuskan hubungan lebih cepat," tambahnya.
Presiden Nauseda juga mengaku memiliki kekhawatiran yang sama dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, tentang apakah negara-negara Baltik termasuk Lithuania bisa menjadi target berikutnya bagi Presiden Rusia Vladimir Putin.
Lihat Juga :