Presidensi G-20, Indonesia Perlu Orkestrasi Seluruh Potensi Bangsa
Sabtu, 19 Maret 2022 - 17:16 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, Direktur Keuangan dan SDM PT Len Industri, Indarto Pamoengkas menegaskan bahwa pihaknya mendukung pemerintah Indonesia dari sisi inovasi industri pertahanan. “Kami ingin agar pada 2024, industri pertahanan Indonesia bisa masuk dalam Top 50 dunia, dengan total revenue sekitar 31,83 triliun rupiah. PT Len Industri, ketika pandemi berlangsung, kami juga mengembangkan inovasi yang mendukung bidang kesehatan untuk memerangi Covid19, yakni kami mengembangkan alat-alat pernafasan dan sebagainya,” tuturnya.
Pada titik yang sama, Nina Sulistyowati, Direktur Utama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, mengungkapkan bahwa pihaknya mendorong agar holding pangan bisa mendukung UMKM dan warung-warung kecil. Hal ini, menjadi upaya strategis untuk meningkatkan perekonomian Indonesia sekaligus mendorong ketersebaran kesejahteraan. “Jadi sasaran utama kami ini warung pangan, yang menggabungngkan warung-warung kecil, toko kelontong serta resto dan kafe-kafe kecil. Kami membangun sebuah platfrom agar mereka bisa tergabung dengan mudah dengan Warung Pangan," kata dia.
Dari aspek investasi, ketersediaan infrastruktur dan lapangan pekerjaan, pemerintah Indonesia mendorong terciptanya pertumbuhan kawasan-kawasan industri yang dikelola secara profesional dengan teknologi modern. Direktur Utama PT Kawasan Industri Wijayakusuma, Ahmad Fauzie Nur menegaskan bahwa pihaknya mendukung pemerintah dan berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan industri dan perluasan lapangan pekerjaan. PT KIW beroperasi di Semarang, Batang dan Brebes. “Kami mengembangkan di Semarang dan Batang, dan sebentar lagi di Brebes sesuai amanat pemerintah pada 2019 lalu. Insya Allah multi player-effectnya besar untuk peningkatakan ekonomi dan kesejahteraan warga, ini berkah bagi Indonesia,”ungkapnya.
Presidensi G-20 juga mendorong adanya solusi untuk energi yang ramah lingkungan, serta upaya terus menerus menjaga alam. Nelwin Aldriansyah, Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy, mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menekan penggunaan energi fosil serta mendorong perbaikan lingkungan dengan penggunaan energi ramah lingkungan. “Selain menggunakan energi panas bumi, ke depan kami akan mengembangkan bisnis-bisnis baru yang juga merupakan turunan dari geo-thermal, semisal agrobisnis dan geothermal tourism.”
Dari semua aspek ekonomi, investasi, energi dan infrastruktur logistic, membutuhkan ketersediaan teknologi yang bisa diandalkan. Sitta Rosdaniah, Koordinator Fungsi Analisis Ekonomi & Sektor Industri Kementerian BUMN menegaskan bahwa pihaknya BUMN berfungsi sebagai tulang punggung pemerintah dalam penyediaan teknologi, energi serta perbaikan sektor ekonomi. “Teknologi diinginkan menjadikan manusia semakin sejahtera. Jadi teknologi ini harus andal, terjangkau dan inklusif. BUMN dalam posisi berperan aktif mendorong hadirnya teknologi ini. Dalam pemulihan ekonomi nasional, kita juga terdepan dalam membantu pemerintah. Misalnya, mendorong adanya vaksin, kesiapan rumah sakit dan juga mendorong adanya energi untuk Indonesia,” kata dia.
Dari seluruh potensi bangsa yang ada, Indonesia harus mengerahkkan kekuatan terbaiknya untuk memaksimalkan presidensi G-20 saat ini. Komisaris Independen BSI Arief Rosyid Hasan menegaskan bahwa momentum presidensi G-20 pada tahun ini harus dimanfaatkan secara maksimal. “Kita harus mengerahkan sumber daya, seluruh potensi harus dimaksimalkan,” terangnya.
Pada titik yang sama, Nina Sulistyowati, Direktur Utama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, mengungkapkan bahwa pihaknya mendorong agar holding pangan bisa mendukung UMKM dan warung-warung kecil. Hal ini, menjadi upaya strategis untuk meningkatkan perekonomian Indonesia sekaligus mendorong ketersebaran kesejahteraan. “Jadi sasaran utama kami ini warung pangan, yang menggabungngkan warung-warung kecil, toko kelontong serta resto dan kafe-kafe kecil. Kami membangun sebuah platfrom agar mereka bisa tergabung dengan mudah dengan Warung Pangan," kata dia.
Dari aspek investasi, ketersediaan infrastruktur dan lapangan pekerjaan, pemerintah Indonesia mendorong terciptanya pertumbuhan kawasan-kawasan industri yang dikelola secara profesional dengan teknologi modern. Direktur Utama PT Kawasan Industri Wijayakusuma, Ahmad Fauzie Nur menegaskan bahwa pihaknya mendukung pemerintah dan berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan industri dan perluasan lapangan pekerjaan. PT KIW beroperasi di Semarang, Batang dan Brebes. “Kami mengembangkan di Semarang dan Batang, dan sebentar lagi di Brebes sesuai amanat pemerintah pada 2019 lalu. Insya Allah multi player-effectnya besar untuk peningkatakan ekonomi dan kesejahteraan warga, ini berkah bagi Indonesia,”ungkapnya.
Presidensi G-20 juga mendorong adanya solusi untuk energi yang ramah lingkungan, serta upaya terus menerus menjaga alam. Nelwin Aldriansyah, Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy, mengungkapkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menekan penggunaan energi fosil serta mendorong perbaikan lingkungan dengan penggunaan energi ramah lingkungan. “Selain menggunakan energi panas bumi, ke depan kami akan mengembangkan bisnis-bisnis baru yang juga merupakan turunan dari geo-thermal, semisal agrobisnis dan geothermal tourism.”
Dari semua aspek ekonomi, investasi, energi dan infrastruktur logistic, membutuhkan ketersediaan teknologi yang bisa diandalkan. Sitta Rosdaniah, Koordinator Fungsi Analisis Ekonomi & Sektor Industri Kementerian BUMN menegaskan bahwa pihaknya BUMN berfungsi sebagai tulang punggung pemerintah dalam penyediaan teknologi, energi serta perbaikan sektor ekonomi. “Teknologi diinginkan menjadikan manusia semakin sejahtera. Jadi teknologi ini harus andal, terjangkau dan inklusif. BUMN dalam posisi berperan aktif mendorong hadirnya teknologi ini. Dalam pemulihan ekonomi nasional, kita juga terdepan dalam membantu pemerintah. Misalnya, mendorong adanya vaksin, kesiapan rumah sakit dan juga mendorong adanya energi untuk Indonesia,” kata dia.
Dari seluruh potensi bangsa yang ada, Indonesia harus mengerahkkan kekuatan terbaiknya untuk memaksimalkan presidensi G-20 saat ini. Komisaris Independen BSI Arief Rosyid Hasan menegaskan bahwa momentum presidensi G-20 pada tahun ini harus dimanfaatkan secara maksimal. “Kita harus mengerahkan sumber daya, seluruh potensi harus dimaksimalkan,” terangnya.
Lihat Juga :