Ekonom: Penjualan Pertamax Seharusnya Sudah Ikuti Harga Pasar
Senin, 21 Maret 2022 - 13:21 WIB
loading...
Agar tak membebani pemerintah, harga BBM nonsubsidi Pertamax dinilai sudah seharusnya mengikuti pasar di tengah meroketnya harga minyak mentah dunia. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Harga minyak mentah dunia yang berada di atas level USD110/barel dan harga minyak mentah Indonesia (ICP) yang hingga 17 Maret 2022 sebesar USD114,77/barel dipastikan ikut mengerek harga produk atau bahan bakar minyak (BBM).
Di tengah kenaikan tersebut, pemerintah sudah memastikan untuk menjaga harga BBM jenis Pertalite tetap sebesar Rp7.650/liter. Kendati demikian, untuk bahan BBM non-subsidi lainnya, ekonom menyarankan agar pemerintah melepaskan kebijakan harga kepada badan usaha/pasar.
"Menaikkan harga BBM nonsubsidi juga tidak akan mengganggu indikator ekonomi makro," ujar Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, Senin (21/3/2022).
Baca Juga: Intip Perbandingan Harga BBM di Indonesia dan Negara Tetangga Saat Minyak Dunia Meroket
Dia mengatakan, harga BBM nonsubsidi sudah seharusnya mengikuti harga pasar. Faisal beralasan, pengguna BBM nonsubsidi adalah kalangan mampu sehingga kenaikan harga tidak menjadi masalah karena mereka memiliki daya beli kuat. Terlebih, harga keekonomian BBM nonsubsidi RON 92 setara Pertamax saat ini sudah lebih dari Rp14.000/liter.
Di tengah kenaikan tersebut, pemerintah sudah memastikan untuk menjaga harga BBM jenis Pertalite tetap sebesar Rp7.650/liter. Kendati demikian, untuk bahan BBM non-subsidi lainnya, ekonom menyarankan agar pemerintah melepaskan kebijakan harga kepada badan usaha/pasar.
"Menaikkan harga BBM nonsubsidi juga tidak akan mengganggu indikator ekonomi makro," ujar Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Mohammad Faisal, Senin (21/3/2022).
Baca Juga: Intip Perbandingan Harga BBM di Indonesia dan Negara Tetangga Saat Minyak Dunia Meroket
Dia mengatakan, harga BBM nonsubsidi sudah seharusnya mengikuti harga pasar. Faisal beralasan, pengguna BBM nonsubsidi adalah kalangan mampu sehingga kenaikan harga tidak menjadi masalah karena mereka memiliki daya beli kuat. Terlebih, harga keekonomian BBM nonsubsidi RON 92 setara Pertamax saat ini sudah lebih dari Rp14.000/liter.
Lihat Juga :