MIND ID Akui Rugi Besar Imbas Terhambatnya Smelter Mempawah
Senin, 21 Maret 2022 - 18:51 WIB
loading...
A
A
A
Perkara lain, terhambatnya proyek smelter ini membuat PT Inalum (Persero) tetap bergantung terhadap impor alumina dari Australia dan India.
Adapun ketergantungan impor alumina mencapai 500.000 ton per tahun. Padahal, SGAR mampu memproduksi alumina hingga 1 juta ton per tahun.
Artinya, dengan hasil produksi smelter di bawah pengelolaan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) selaku konsorsium dari Inalum dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk ini, mampu memenuhi kebutuhan perseroan.
"Smelter Mempawah ini kapasitasnya 1 juta ton berarti 500.000 ton akan cukup memenuhi kebutuhan inalum dan 500.000-nya kita bisa ekspor, jadi kebutuhan smelter bisa dijalankan termasuk offtaker dari bauksit," bebernya.
Baca juga: Australia Larang Ekspor Alumina ke Rusia, Moskow Bakal Kelimpungan?
Adapun ketergantungan impor alumina mencapai 500.000 ton per tahun. Padahal, SGAR mampu memproduksi alumina hingga 1 juta ton per tahun.
Artinya, dengan hasil produksi smelter di bawah pengelolaan PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) selaku konsorsium dari Inalum dan PT Aneka Tambang (Antam) Tbk ini, mampu memenuhi kebutuhan perseroan.
"Smelter Mempawah ini kapasitasnya 1 juta ton berarti 500.000 ton akan cukup memenuhi kebutuhan inalum dan 500.000-nya kita bisa ekspor, jadi kebutuhan smelter bisa dijalankan termasuk offtaker dari bauksit," bebernya.
Baca juga: Australia Larang Ekspor Alumina ke Rusia, Moskow Bakal Kelimpungan?
Lihat Juga :