Solar Subsidi Langka, Bos Pertamina Curigai Perusahan Sawit dan Tambang

Senin, 28 Maret 2022 - 19:40 WIB
loading...
Solar Subsidi Langka,...
Pertamina menduga industri tambang dan sawit yang menggunakan solar subsidi. FOTO/ANTARA/Oky Lukmansyah
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menyoroti konsumsi solar bersubsidi yang terus meningkat namun sebaliknya solar non subsidi menurun. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menduga ada industri-industri yang tidak seharusnya menggunakan solar subsidi malah menikmatinya.

Nicke membeberkan, saat ini, porsi penjualan solar subsidi mencapai 93%, sedangkan solar non subsidi hanya 7%. "Ini yang harus dilihat, apakah betul untuk perusahaan sektor logistik dan industri yang tidak termasuk industri besar," kata Nicke dalam RDP bersama Komisi VI, Senin (28/3/2022).

Baca Juga: Pertamina Ungkap Ada Oknum Nakal Bikin Solar Subsidi Langka

Nicke melanjutkan, solar subsidi seharusnya tidak boleh digunakan oleh perusahaan besar seperti industri sawit dan tambang. Padahal, industri ini kinerjanya positif dan harusnya menggunakan solar non subsidi.

"Antrean ini banyak yang dari industri sawit dan tambang, ini yang kita duga. Dan ini kelihatan, penjualan solar non subsidi turun, solar subsidi naik, padahal industri naik," katanya.

Menurutnya, dibutuhkan regulasi level Keputusan Menteri untuk mengatur siapa saja yang berhak mengkonsumsi solar subsidi serta volumenya.

Baca Juga: Solar Subsidi Langka di Daerah, Bos Pertamina Minta Tambahan Kuota

"Karena kita pahami ini industri tumbuh, kita tetap suplai meski sudah overkuota 10% di bulan Februari, hampir seluruh daerah kecuali Maluku dan Papua sudah di atas kuotanya," ungkap Nicke.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
Kelangkaan Solar dan...
Kelangkaan Solar dan Asam Sulfat Meluas, Ancam Industri Tambang Global
Eropa Terancam Kelangkaan...
Eropa Terancam Kelangkaan BBM Bulan Depan! Peringatan Keras Efek Perang AS-Israel vs Iran
Indonesia Dibayangi...
Indonesia Dibayangi Krisis Energi, Bahlil Memohon kepada Oknum Penimbun BBM
3 Unit Usaha Pertamina...
3 Unit Usaha Pertamina Kena Efek Serangan AS-Israel ke Iran, Pasokan BBM Bakal Terganggu?
Stok BBM di SPBU Swasta...
Stok BBM di SPBU Swasta Kosong Lagi, Begini Jawaban Bahlil
Legislator PDIP Minta...
Legislator PDIP Minta Truk Pupuk Diprioritaskan di Tengah Kelangkaan Solar
Pembelian Pertalite...
Pembelian Pertalite Dibatasi Rp50 Ribu di Palangka Raya, Pemkot Terbitkan Aturan Baru
Polda NTT Ungkap 27...
Polda NTT Ungkap 27 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 2 Oknum Polisi Jadi Tersangka
Rekomendasi
Gunung Semeru Erupsi,...
Gunung Semeru Erupsi, Luncurkan Abu Vulkanik 1,2 Km
Haru, Alfatih Putra...
Haru, Alfatih Putra Mendiang Mpok Alpa Bawa Rapor ke Makam Sang Bunda Setelah Naik Kelas
Fakta Baru Pasar Mobil...
Fakta Baru Pasar Mobil Eropa: Mobil Bensin Turun, EV dan Merek China Melesat
Berita Terkini
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan di Posisi Rp2.655.000 per Gram, Saatnya Beli?
Tiket Pesawat Kelas...
Tiket Pesawat Kelas Ekonomi Bebas PPN hingga 5 Juli 2026, Ayo Liburan!
IHSG Dibuka Melemah...
IHSG Dibuka Melemah ke Level 5.873, Asing Net Sell Rp1,17 Triliun
Harga Minyak Dunia Hancur...
Harga Minyak Dunia Hancur Mendekati Level Normal! Kapan BBM RI Turun?
Tanda Tangani PKB 2026,...
Tanda Tangani PKB 2026, Menaker Titip 3 Agenda Strategis ke Jasa Raharja
Harga Bensin di AS Tetap...
Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved