Menko Airlangga Groundbreaking Investasi Terbesar di Sumatera dalam 10 Tahun Terakhir
Selasa, 29 Maret 2022 - 16:10 WIB
loading...
Menko Airlangga groundbreaking realisasi investasi produk kemasan berkelanjutan pada PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan bagian dari APRIL Group di Pangkalan Kerinci. Foto/Dok
A
A
A
PELALAWAN - Sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional, sektor industri berperan penting dalam menciptakan nilai tambah, devisa, dan tenaga kerja. Seiring dengan penurunan kasus Covid-19 yang semakin konsisten, sektor industri juga telah kembali berekspansi.
Industri kertas dan barang dari kertas merupakan salah satu sektor yang terus mengalami peningkatan di sisi utilisasi. Pada Februari 2022, utilisasinya cukup tinggi yakni berada di angka 87,3%, tertinggi kedua setelah industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki.
“Industri pulp dan paper ini juga telah menjadi industri andalan ekspor. Kinerja perdagangannya selama 6 tahun terakhir selalu positif, dengan surplus terbesar di tahun 2020 senilai USD4,1 miliar,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan groundbreaking realisasi investasi produk kemasan berkelanjutan pada PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan bagian dari APRIL Group di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Selasa (29/3/2022).
Baca Juga: Menko Airlangga: Pemulihan Ekonomi Kian Cepat Jika UMKM Akses KUR
Surplus tersebut juga sejalan dengan kinerja ekspor industri kertas dan barang dari kertas yang cenderung mengalami peningkatan, di mana total ekspor tahun 2021 mencapai 11,8 juta ton, menjadikan Indonesia berada di peringkat ke-8 sebagai negara pengekspor pulp dan paper dunia.
Di Indonesia setidaknya terdapat 103 perusahaan pada sektor industri kertas dengan total kapasitas produksi kertas sebanyak 18,26 juta ton/tahun yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1,36 juta orang dan menghasilkan devisa melalui ekspor sebesar USD7,5 miliar pada tahun 2021.
Industri kertas dan barang dari kertas merupakan salah satu sektor yang terus mengalami peningkatan di sisi utilisasi. Pada Februari 2022, utilisasinya cukup tinggi yakni berada di angka 87,3%, tertinggi kedua setelah industri kulit, barang dari kulit, dan alas kaki.
“Industri pulp dan paper ini juga telah menjadi industri andalan ekspor. Kinerja perdagangannya selama 6 tahun terakhir selalu positif, dengan surplus terbesar di tahun 2020 senilai USD4,1 miliar,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat menyampaikan sambutan dalam kegiatan groundbreaking realisasi investasi produk kemasan berkelanjutan pada PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang merupakan bagian dari APRIL Group di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Selasa (29/3/2022).
Baca Juga: Menko Airlangga: Pemulihan Ekonomi Kian Cepat Jika UMKM Akses KUR
Surplus tersebut juga sejalan dengan kinerja ekspor industri kertas dan barang dari kertas yang cenderung mengalami peningkatan, di mana total ekspor tahun 2021 mencapai 11,8 juta ton, menjadikan Indonesia berada di peringkat ke-8 sebagai negara pengekspor pulp dan paper dunia.
Di Indonesia setidaknya terdapat 103 perusahaan pada sektor industri kertas dengan total kapasitas produksi kertas sebanyak 18,26 juta ton/tahun yang mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1,36 juta orang dan menghasilkan devisa melalui ekspor sebesar USD7,5 miliar pada tahun 2021.
Lihat Juga :