Kerugian Pertamina Ditaksir Tembus Rp150 Triliun Jika Pertamax Tak Naik
Rabu, 30 Maret 2022 - 18:03 WIB
loading...
Ilustrasi Foto/Dok MPI/Faisal Rahman
A
A
A
JAKARTA - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamax digadang-gadang bakal naik seiring meningkatnya harga minyak dunia. Namun, belum ada kepastian dari pemerintah terkait kabar ini. Di sisi lain, beban keuangan negara dan Pertamina sebagai BUMN penyalur BBM tersebut sudah tertekan.
Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, Pertamina bisa rugi hingga Rp150 triliun jika harga Pertamax tidak dinaikkan. Apalagi, Pertamina juga memberikan subsidi terhadap Pertalite.
Baca juga: Pertamina Babak Belur, Nombok Subsidi Solar Rp7.800 per Liter
"Untuk RON 90 Pertalite di 2021 konsumsinya 24 juta kilo liter (KL). Selisih harganya, karena sekarang harga jualnya Rp7.650 per liter. Harga keekonomiannya disebutkan Rp12.000-13.000, jadi selisihnya cukup signifikan," ungkap Komaidi dalam Market Review IDX Channel, Rabu (30/3/2022).
Lebih lanjut, untuk selisih harga Pertalite Rp1.000 per liter, paling tidak perusahaan harus menanggung subsidi Rp24 triliun. Jika selisihnya sekitar Rp4.000-6.000 per liter, maka totalnya bisa mencapai Rp144 triliun. "Ini baru BBN RON 90 (Pertalite), belum RON 92 (Pertamax)," tukasnya.
Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, Pertamina bisa rugi hingga Rp150 triliun jika harga Pertamax tidak dinaikkan. Apalagi, Pertamina juga memberikan subsidi terhadap Pertalite.
Baca juga: Pertamina Babak Belur, Nombok Subsidi Solar Rp7.800 per Liter
"Untuk RON 90 Pertalite di 2021 konsumsinya 24 juta kilo liter (KL). Selisih harganya, karena sekarang harga jualnya Rp7.650 per liter. Harga keekonomiannya disebutkan Rp12.000-13.000, jadi selisihnya cukup signifikan," ungkap Komaidi dalam Market Review IDX Channel, Rabu (30/3/2022).
Lebih lanjut, untuk selisih harga Pertalite Rp1.000 per liter, paling tidak perusahaan harus menanggung subsidi Rp24 triliun. Jika selisihnya sekitar Rp4.000-6.000 per liter, maka totalnya bisa mencapai Rp144 triliun. "Ini baru BBN RON 90 (Pertalite), belum RON 92 (Pertamax)," tukasnya.
Lihat Juga :