Mobil Listrik Sarana Mencapai NDC 2030 dan Net Zero Emission 2060
Sabtu, 02 April 2022 - 06:06 WIB
loading...
A
A
A
"Melalui peningkatan populasi mobil listrik, kita bisa mengurangi emisi gas rumah kaca secara signifikan. Jika tidak ada upaya untuk mengurangi populasi mobil konvensional, maka sektor transportasi akan menyumbang sebesar 0,28 miliar tCO2e/tahun dan 0,86 miliar tCO2e/tahun pada 2060," ujarnya.
Dia menjelaskan, dengan 1 liter bahan bakar minyak (BBM) dengan jarak tempuh 10 km, maka akan dihasilkan sebanyak 2,6 kg CO2. Sedangkan untuk 1 kWh mobil listrik dengan jarak tempuh 10 km, hanya dihasilkan 1,27 kg CO2.
"Selain dari emisi CO2 yang dihasilkan lebih sedikit, biaya yang dikeluarkan untuk 1 kWh hanya sebesar Rp1.500. Sementara, 1 liter BBM seharga Rp12.500. Jadi, harganya lebih murah dan masyarakat bisa lebih berhemat," tuturnya.
Mamit menjelaskan manfaat lain dari peningkatan populasi mobil listrik, yaitu mengurangi impor BBM yang saat ini jumlahnya sangat signifikan. "Dengan meningkatnya mobil listrik, kita bisa menekan impor BBM baik itu produk maupun minyak," jelasnya.
Mamit mengingatkan, saat ini produksi minyak dalam negeri kurang lebih 700 ribu barrel oil per day (BOPD). Smenetara, konsumsi BBM nasional mencapai 1,4 juta BOPD. "Hal ini akan meningkatkan defisit neraca perdagangan semakin lebar," urai Mamit.
Dia menjelaskan, dengan 1 liter bahan bakar minyak (BBM) dengan jarak tempuh 10 km, maka akan dihasilkan sebanyak 2,6 kg CO2. Sedangkan untuk 1 kWh mobil listrik dengan jarak tempuh 10 km, hanya dihasilkan 1,27 kg CO2.
"Selain dari emisi CO2 yang dihasilkan lebih sedikit, biaya yang dikeluarkan untuk 1 kWh hanya sebesar Rp1.500. Sementara, 1 liter BBM seharga Rp12.500. Jadi, harganya lebih murah dan masyarakat bisa lebih berhemat," tuturnya.
Mamit menjelaskan manfaat lain dari peningkatan populasi mobil listrik, yaitu mengurangi impor BBM yang saat ini jumlahnya sangat signifikan. "Dengan meningkatnya mobil listrik, kita bisa menekan impor BBM baik itu produk maupun minyak," jelasnya.
Mamit mengingatkan, saat ini produksi minyak dalam negeri kurang lebih 700 ribu barrel oil per day (BOPD). Smenetara, konsumsi BBM nasional mencapai 1,4 juta BOPD. "Hal ini akan meningkatkan defisit neraca perdagangan semakin lebar," urai Mamit.
Lihat Juga :