Tulah Presiden Sri Lanka: Dulu Dipuja, Kini Didemo Gara-gara KKN dan Krisis BBM
Minggu, 03 April 2022 - 09:00 WIB
loading...
A
A
A
Cadangan devisa yang mencapai USD7,6 miliar pada akhir tahun 2019 kini telah turun ke level USD2,3 miliar. Dari cadangan tersebut, devisa yang dapat digunakan telah turun menjadi sekitar USD300 juta.
Wijewardena merasa keadaan akan menjadi jauh lebih buruk sebelum menjadi lebih baik, karena tidak ada aliran devisa yang berkelanjutan untuk negara yang sangat bergantung pada impor itu. Alhasil, Sri Lanka tidak lagi memiliki cukup uang untuk membeli barang-barang penting, seperti bahan bakar untuk kendaraan ataupun listrik.
Yang paling tak bisa diterima rakyat Sri Lanka adalah polah rezim yang berkuasa. Ketika rakyat mengalami pemadam bergilir, para pejabat dan kroni presiden justru tak merasakan kegelapan sama sekali. Berita melaporkan bahwa presiden dan menterinya dibebaskan dari pemadaman listrik, bersama dengan pertunjukan kekayaan yang mewah oleh anggota keluarga sehingga memuncakan amarah rakyat.
Padahal Presiden Gotabhaya Rajapaksa pernah dipuja dan menjadi pilihan utama rakyat Sri Lanka pada pemilu 2019 lalu. Dia memenangi suara mayoritas sebanyak 52,25%.
Baca juga: Pertama Sejak Invasi Rusia, Kiev Kembali Dikendalikan Penuh Ukraina
Rakyat Sri Lanka sepertinya sudah berpaling. Pasalnya, peringkat korupsi dan nepotisme Gotabhaya Rajapaksa yang merajalela selama berkuasa.
Wijewardena merasa keadaan akan menjadi jauh lebih buruk sebelum menjadi lebih baik, karena tidak ada aliran devisa yang berkelanjutan untuk negara yang sangat bergantung pada impor itu. Alhasil, Sri Lanka tidak lagi memiliki cukup uang untuk membeli barang-barang penting, seperti bahan bakar untuk kendaraan ataupun listrik.
Yang paling tak bisa diterima rakyat Sri Lanka adalah polah rezim yang berkuasa. Ketika rakyat mengalami pemadam bergilir, para pejabat dan kroni presiden justru tak merasakan kegelapan sama sekali. Berita melaporkan bahwa presiden dan menterinya dibebaskan dari pemadaman listrik, bersama dengan pertunjukan kekayaan yang mewah oleh anggota keluarga sehingga memuncakan amarah rakyat.
Padahal Presiden Gotabhaya Rajapaksa pernah dipuja dan menjadi pilihan utama rakyat Sri Lanka pada pemilu 2019 lalu. Dia memenangi suara mayoritas sebanyak 52,25%.
Baca juga: Pertama Sejak Invasi Rusia, Kiev Kembali Dikendalikan Penuh Ukraina
Rakyat Sri Lanka sepertinya sudah berpaling. Pasalnya, peringkat korupsi dan nepotisme Gotabhaya Rajapaksa yang merajalela selama berkuasa.
(uka)
Lihat Juga :