Aktivitas Ekspor-Impor Sulsel Meningkat Pada Februari 2022
Minggu, 03 April 2022 - 23:32 WIB
loading...
A
A
A
"Untuk komoditas garam, belerang dan kapur, ekspornya sebesar 3,09 persen dengan nilai US$4,04 juta atau setara Rp58 miliar, dan komoditas ikan dan udang sebesar 1,81 persen dengan nilai US$2,37 juta setara Rp34 miliar," beber Suntono.
Adapun lima besar negara negara tujuan ekspor Sulsel pada bulan Februari 2022 yaitu Jepang dengan nilai US$82,27 juta (62,99 persen), disusul Tiongkok dengan nilai US$42,68 juta (32,68 persen), Taiwan dengan nilai US$1,5 juta (1,15 persen), Australia dengan nilai US$1,26 juta (0,964 persen) dan Timor Leste dengan nilai US$ 1,25 juta (0,959 persen).
Jika dibandingkan dengan Januari 2022, lanjut Suntono, nilai ekspor ke Jepang naik sebesar 8,58 persen, dan ekspor ke Tiongkok naik sebesar 50,78 persen. Sementara nilai ekspor ke Taiwan turun sebesar 37,42 persen.
Baca Juga: Ekonom Sulsel Apresiasi Sistem Padat Karya Usulan Kajati Sulsel
"Kalau dibandingkan dengan Februari 2021, nilai ekspor ke Jepang dan Tiongkok meningkat masing-masing sebesar 6 persen dan 147,61 persen. Sementara ekspor ke Taiwan dan Australia menurun sebesar 44,17 dan 37,97 persen," jelasnya.
Ekspor Sulsel ini dijalankan dari sejumlah pelabuhan. Sebut saja Pelabuhan Malili dengan nilai sebesar US$79,59 juta (60,94 persen), disusul pelabuhan Makassar dengan nilai sebesar US$ 46,57 juta (35,66 persen), dan Pelabuhan Biringkassi dengan nilai US$ 4,01 juta (3,07 persen).
Di sisi lain, kata Suntono, nilai impor barang yang dibongkar lewat beberapa pelabuhan di Sulsel pada bulan Februari 2022 tercatat mencapai US$ 66,76 Juta. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 21,72 persen bila dibandingkan nilai impor bulan Januari 2022 yang mencapai US$54,85 juta.
Adapun lima besar negara negara tujuan ekspor Sulsel pada bulan Februari 2022 yaitu Jepang dengan nilai US$82,27 juta (62,99 persen), disusul Tiongkok dengan nilai US$42,68 juta (32,68 persen), Taiwan dengan nilai US$1,5 juta (1,15 persen), Australia dengan nilai US$1,26 juta (0,964 persen) dan Timor Leste dengan nilai US$ 1,25 juta (0,959 persen).
Jika dibandingkan dengan Januari 2022, lanjut Suntono, nilai ekspor ke Jepang naik sebesar 8,58 persen, dan ekspor ke Tiongkok naik sebesar 50,78 persen. Sementara nilai ekspor ke Taiwan turun sebesar 37,42 persen.
Baca Juga: Ekonom Sulsel Apresiasi Sistem Padat Karya Usulan Kajati Sulsel
"Kalau dibandingkan dengan Februari 2021, nilai ekspor ke Jepang dan Tiongkok meningkat masing-masing sebesar 6 persen dan 147,61 persen. Sementara ekspor ke Taiwan dan Australia menurun sebesar 44,17 dan 37,97 persen," jelasnya.
Ekspor Sulsel ini dijalankan dari sejumlah pelabuhan. Sebut saja Pelabuhan Malili dengan nilai sebesar US$79,59 juta (60,94 persen), disusul pelabuhan Makassar dengan nilai sebesar US$ 46,57 juta (35,66 persen), dan Pelabuhan Biringkassi dengan nilai US$ 4,01 juta (3,07 persen).
Di sisi lain, kata Suntono, nilai impor barang yang dibongkar lewat beberapa pelabuhan di Sulsel pada bulan Februari 2022 tercatat mencapai US$ 66,76 Juta. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 21,72 persen bila dibandingkan nilai impor bulan Januari 2022 yang mencapai US$54,85 juta.
Lihat Juga :