Ada Potensi Pergeseran Konsumsi, Pengguna Pertalite Diusulkan Dibatasi
Minggu, 03 April 2022 - 20:54 WIB
loading...
Pengguna BBM jenis Pertalite yang kini disubsidi diusulkan dibatasi agar tak terjadi pergeseran konsumsi dari Pertamax. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Perbedaan harga yang cukup tinggi antara bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax berpotensi memacu pergeseran konsumsi dari Pertamax ke Pertalite. Karena itu, pemerintah dinilai perlu mengantisipasi serta meminimalkan potensi pergeseran tersebut.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, salah satu cara untuk meminimalkan potensi pergeseran itu adalah dengan melarang kendaraan pemerintah ataupun BUMN untuk menggunakan BBM bersubsidi (Pertalite). Selain itu, Pemerintah dan Pertamina menurutnya dapat melakukan seleksi kendaraan pribadi yang dibolehkan mengisi Pertalite.
Baca Juga: Nasib Minyak Goreng Curah Kini Menimpa Pertalite
"Misalnya kendaraan mewah dengan kapasitas mesin atau pun merek tertentu dilarang mengisi BBM bersubsidi. Pengawasan terhadap tindak kecurangan juga perlu diperketat," ujar Josua dalam keterangannya yang dikutip Minggu (3/4/2022).
Seperti diketahui, Pertamina mulai Jumat (1/4) lalu menaikkan harga Pertamax menjadi Rp12.500 dari sebelumnya Rp9.000 per liter. Sedangkan harga Pertalite tetap Rp7.650 per liter, dengan perubahan statusnya menjadi BBM Penugasan (disubsidi). Konsumsi Pertalite secara nasional mencapai 76% sedangkan Pertamax sekitar 14%.
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, salah satu cara untuk meminimalkan potensi pergeseran itu adalah dengan melarang kendaraan pemerintah ataupun BUMN untuk menggunakan BBM bersubsidi (Pertalite). Selain itu, Pemerintah dan Pertamina menurutnya dapat melakukan seleksi kendaraan pribadi yang dibolehkan mengisi Pertalite.
Baca Juga: Nasib Minyak Goreng Curah Kini Menimpa Pertalite
"Misalnya kendaraan mewah dengan kapasitas mesin atau pun merek tertentu dilarang mengisi BBM bersubsidi. Pengawasan terhadap tindak kecurangan juga perlu diperketat," ujar Josua dalam keterangannya yang dikutip Minggu (3/4/2022).
Seperti diketahui, Pertamina mulai Jumat (1/4) lalu menaikkan harga Pertamax menjadi Rp12.500 dari sebelumnya Rp9.000 per liter. Sedangkan harga Pertalite tetap Rp7.650 per liter, dengan perubahan statusnya menjadi BBM Penugasan (disubsidi). Konsumsi Pertalite secara nasional mencapai 76% sedangkan Pertamax sekitar 14%.
Lihat Juga :