Ada Potensi Pergeseran Konsumsi, Pengguna Pertalite Diusulkan Dibatasi
Minggu, 03 April 2022 - 20:54 WIB
loading...
A
A
A
Josua menilai kebijakan pemerintah tidak menaikkan harga Pertalite cukup baik untuk melindungi daya beli masyarakat. Dengan ditetapkannya harga Pertalite, masyarakat masih memiliki opsi BBM murah di tengah tekanan ekonomi akibat Covid-19.
"Pertamax memang layak dinaikkan harganya mengingat konsumen dari Pertamax kecenderungannya adalah masyarakat menengah atas," ujarnya.
Hal senada diungkapkan pakar ekonomi energi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti. Dia menilai potensi pergeseran pengguna Pertamax ke Pertalite cukup tinggi. Karena itu, Yayan menyarankan ada pembatasan jumlah kuota Pertalite di daerah yang pendapatan per kapitanya tinggi.
"Misalnya Pertalite berada di wilayah perdesaan, sedangkan kawasan perkotaan semuanya Pertamax," tuturnya. Kalaupun di perkotaan ada Pertalite, lanjut Yayan, maka peruntukannya dikhususkan bagi kendaraan berpelat nomor kuning atau transportasi umum. "Jadi kuotanya terbatas untuk transportasi publik," ujarnya.
Terpisah, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi menyatakan masih tingginya harga minyak dan memasuki bulan Ramadhan yang diikuti dengan kondisi ekonomi yang berangsur pulih dapat mendorong peningkatan konsumsi BBM.
Baca Juga: Moskow Marah, Inggris Tak akan Mendapatkan Gas Rusia
"Pertamax memang layak dinaikkan harganya mengingat konsumen dari Pertamax kecenderungannya adalah masyarakat menengah atas," ujarnya.
Hal senada diungkapkan pakar ekonomi energi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (Unpad) Yayan Satyakti. Dia menilai potensi pergeseran pengguna Pertamax ke Pertalite cukup tinggi. Karena itu, Yayan menyarankan ada pembatasan jumlah kuota Pertalite di daerah yang pendapatan per kapitanya tinggi.
"Misalnya Pertalite berada di wilayah perdesaan, sedangkan kawasan perkotaan semuanya Pertamax," tuturnya. Kalaupun di perkotaan ada Pertalite, lanjut Yayan, maka peruntukannya dikhususkan bagi kendaraan berpelat nomor kuning atau transportasi umum. "Jadi kuotanya terbatas untuk transportasi publik," ujarnya.
Terpisah, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi menyatakan masih tingginya harga minyak dan memasuki bulan Ramadhan yang diikuti dengan kondisi ekonomi yang berangsur pulih dapat mendorong peningkatan konsumsi BBM.
Baca Juga: Moskow Marah, Inggris Tak akan Mendapatkan Gas Rusia
Lihat Juga :