Potensi Ekonomi Digital RI Tembus Rp4.531 T, Internet Berkualitas Urgen
Selasa, 05 April 2022 - 03:49 WIB
loading...
Perusahaan telekomunikasi didorong memperkuat kualitas layanan internet untuk mendukung potensi ekonomi digital yang besar di Tanah Air. Kualitas layanan merupakan hal yang tidak terhindarkan saat ini dan menjadi kebutuhan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengungkap, Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang sangat besar hingga akan tumbuh 8 kali lipat dari Rp632 triliun menjadi Rp4.531 triliun pada 2030. Sektor e-commerce juga akan mendominasi ekonomi digital Indonesia senilai Rp1.900 triliun pada 2030, atau naik 34%.
Baca Juga: PR Besar Ekonomi Digital
Produk domestik bruto Indonesia juga akan mengalami pertumbuhan dari Rp15.400 triliun menjadi Rp24.000 triliun di 2030 sebagai dampak dari pertumbuhan ekonomi digital.
"Ekonomi digital diuntungkan dengan adanya perubahan struktural dan perilaku masyarakat akibat Covid-19 yang mempercepat laju digitalisasi," kata Direktur Penelitian Bank Umum Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mohamad Miftah.
Hal ini tercermin dari e-commerce, delivery service, fintech, dan logistik yang mengalami lonjakan pertumbuhan selama pandemi. Karenanya, sangat penting untuk menjamin kualitas layanan dan juga keamanan data untuk mendukung ekonomi digital.
Hal ini juga untuk menghadapi ancaman pencurian data di tengah tingginya arus ekonomi digital. Pelaku industri telekomunikasi juga dinilai mesti menjadi leading actor untuk mencegah pencurian data.
Baca Juga: PR Besar Ekonomi Digital
Produk domestik bruto Indonesia juga akan mengalami pertumbuhan dari Rp15.400 triliun menjadi Rp24.000 triliun di 2030 sebagai dampak dari pertumbuhan ekonomi digital.
"Ekonomi digital diuntungkan dengan adanya perubahan struktural dan perilaku masyarakat akibat Covid-19 yang mempercepat laju digitalisasi," kata Direktur Penelitian Bank Umum Departemen Penelitian dan Pengaturan Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mohamad Miftah.
Hal ini tercermin dari e-commerce, delivery service, fintech, dan logistik yang mengalami lonjakan pertumbuhan selama pandemi. Karenanya, sangat penting untuk menjamin kualitas layanan dan juga keamanan data untuk mendukung ekonomi digital.
Hal ini juga untuk menghadapi ancaman pencurian data di tengah tingginya arus ekonomi digital. Pelaku industri telekomunikasi juga dinilai mesti menjadi leading actor untuk mencegah pencurian data.
Lihat Juga :