Bank Sulselbar Kucurkan Kredit Sindikasi untuk Proyek Strategis Nasional
Kamis, 07 April 2022 - 10:33 WIB
loading...
A
A
A
Sampai dengan Februari 2022, portofolio kredit sindikasi Bank Sulselbar telah mencapai Rp1.559 triliun untuk IDR serta untuk USD mencapai 1.645 juta Dollar AS.
Kegiatan seremoni penandatanganan perjanjian kredit pengolahan bijih nikel laterit PT Ceria Metalindo Prima dilaksanakan di Kantor Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu (6/4/2022).
Baca Juga: BI Sulsel Sediakan Layanan Penukaran Uang Baru, Ini Lokasinya
Hadir dalam penandatanganan akad kredit/signing ceremony, diantaranya Menteri ESDM Arifin Tasrif, Plt Direktur Utama PT Bank Sulselbar H Yulis Suandi, Direktur Utama PT Ceria Metalindo Prima serta Pemimpin Divisi Korporasi dan Komersial Bank Sulselbar Ruslan LB, serta perwakilan kreditur lainnya.
Menteri ESDM, Arifin Tasrif pada kesempatan tersebut, menjelaskan objek usaha pertambangan PT Ceria Metalindo Prima telah masuk sebagai salah satu PSN kategori pembangunan smelter. Selain itu, smelter PT Ceria Metalindo Prima juga telah ditetapkan masuk dalam obyek vital nasional bidang mineral dan batu bara.
"Pemerintah berkewajiban untuk memastikan iklim investasi di Indonesia termasuk oleh Ceria berjalan dengan baik karena hasilnya akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi bidang energi dan mineral yang maksimal dimana produksi nikel yang hasilkan akan menjadi komoditas unggulan dan paling dicari oleh industri teknologi di masa depan," jelas Arifin.
Kegiatan seremoni penandatanganan perjanjian kredit pengolahan bijih nikel laterit PT Ceria Metalindo Prima dilaksanakan di Kantor Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu (6/4/2022).
Baca Juga: BI Sulsel Sediakan Layanan Penukaran Uang Baru, Ini Lokasinya
Hadir dalam penandatanganan akad kredit/signing ceremony, diantaranya Menteri ESDM Arifin Tasrif, Plt Direktur Utama PT Bank Sulselbar H Yulis Suandi, Direktur Utama PT Ceria Metalindo Prima serta Pemimpin Divisi Korporasi dan Komersial Bank Sulselbar Ruslan LB, serta perwakilan kreditur lainnya.
Menteri ESDM, Arifin Tasrif pada kesempatan tersebut, menjelaskan objek usaha pertambangan PT Ceria Metalindo Prima telah masuk sebagai salah satu PSN kategori pembangunan smelter. Selain itu, smelter PT Ceria Metalindo Prima juga telah ditetapkan masuk dalam obyek vital nasional bidang mineral dan batu bara.
"Pemerintah berkewajiban untuk memastikan iklim investasi di Indonesia termasuk oleh Ceria berjalan dengan baik karena hasilnya akan memberikan dampak pertumbuhan ekonomi bidang energi dan mineral yang maksimal dimana produksi nikel yang hasilkan akan menjadi komoditas unggulan dan paling dicari oleh industri teknologi di masa depan," jelas Arifin.
Lihat Juga :