Pengusaha Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Kenaikan PPN Lari ke Politik

Kamis, 07 April 2022 - 13:14 WIB
loading...
Pengusaha Minta Pemerintah...
Haryadi Sukamdani meminta pemerintah mencegah dampak kenaikan PPN lari ke politik. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia ( Apindo ) Haryadi Sukamdani mengatakan, penerapan kenaikan pajak pertambahan nilai ( PPN ) menjadi 11% kurang tepat jika dilakukan saat ini.

Baca juga: Catat, Pinjol dan Dompet Digital Kena Pajak Mulai Awal Mei 2022

"Memang kami salah satu yang menyetujui PPN pada saat pembahasan UU Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), tapi momentumnya yang kurang pas," ujar Haryadi pada diskusi publik secara virtual, Kamis (7/4/2022).

Menurutnya kenaikan PPN akan berpengaruh terhadap daya beli masyarakat masyarakat. Dikhawatirkan jika di tengah ekonomi yang sedang pulih dan adanya konflik global, dapat menambah beban inflasi dalam negeri.

Untuk itu dari sisi keterjangkauan harga, Apindo meminta pemerintah agar memberikan stimulus bantuan sosial dengan operasi pasar, kebijakan HET, dan harga acuan untuk bahan pangan, dilakukan secara merata, berkesinambungan, dan tepat sasaran.



"Memang kita tahu bahwa APBN kita tidak dalam kondisi yang baik-baik saja, tekanan yang besar, tapi ini akan menjadi permasalahan kalau harga tidak dikendalikan. Larinya ke masalah politik," sambungnya.

Haryadi menjelaskan pemerintah juga perlu untuk memenuhi ketersediaan pasokan melalui pemenuhan logistik di daerah konsentrasi dengan konsumsi tinggi. Misal sebagai contoh cadangan beras yang dimiliki oleh pemerintah. Meski beras melimpah pemerintah perlu mengawasi volume pembelian yang dilakukan masyarakat.

Selain itu untuk meredam dampak dari adanya kenaikan inflasi, maka pemerintah juga penting untuk memastikan kelancaran distribusi. Perlu ada pengawasan bersama aparat penegak hukum terkait ketersediaan stok bahan pokok yang ada di pasar.

"Kita kemarin melihat beberapa permasalah yang ada di minyak goreng, itu perlu monitor dengan baik," kata Haryadi.

Baca juga: Ryota Murata Remehkan Gennadiy Golovkin: Masa Jaya GGG Habis!

Haryadi menambahkan pemerintah juga penting untuk melakukan komunikasi yang efektif, misalnya koordinasi antara pemerintah bersama tim pengendali inflasi daerah maupun pusat untuk melakukan monitoring stok bahan pokok.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Pemutakhiran NIK Jadi...
Pemutakhiran NIK Jadi Kunci Pembebasan PBB-P2 di Jakarta
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
Bayar PBB-P2 hingga...
Bayar PBB-P2 hingga 31 Juli, Warga Jakarta Otomatis Dapat Potongan 7,5%
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Siapkan Pengurangan PBB-P2 2026, Ringankan Beban Wajib Pajak
Rekomendasi
Belanda vs Swedia: Oranje...
Belanda vs Swedia: Oranje Wajib Menang!
Harga Minyak Dunia Sudah...
Harga Minyak Dunia Sudah Turun, PDIP Minta Pemerintah Evaluasi Harga Pertamax
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
Berita Terkini
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Petani, Inovasi Fungisida Syngenta Hadir di Jember
Lewat Platform Digital...
Lewat Platform Digital Elevate, SIG Perkuat Pengelolaan SDM dan Budaya Inovasi
Daftar Saham Paling...
Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos Sepanjang IHSG Sepekan
Terungkap 2 Alasan di...
Terungkap 2 Alasan di Balik Pemadaman Bergilir Pulau Jawa, Dirut PLN Minta Maaf
Jangan Sampai Lolos!...
Jangan Sampai Lolos! BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Promo Gila-gilaan dari Rumah, Mobil, sampai Tiket Liburan
Pendaftaran Pelatihan...
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Batch 3 Resmi Dibuka, Kuotanya 20 Ribu Peserta
Infografis
Bukan Indonesia, Trump...
Bukan Indonesia, Trump Minta Pindahkan Warga Gaza ke Negara ini
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved