Ramalan Nasib Bisnis Perkantoran Tahun Ini, Akankah Masih Terpukul Pandemi?
Jum'at, 08 April 2022 - 14:25 WIB
loading...
Gedung perkantoran di kawasan Jakarta Pusat. FOTO/ANTARA
A
A
A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 berimbas ke bisnis perkantoran. Mayoritas perusahaan yang hendak melakukan ekspansi ruang perkantoran memutuskan menunda sewa ruang kantor seiring pembatasan sosial dan kebijakan bekerja dari rumah. Namun ramalan tahun ini berbeda apabila usai lebaran tidak terjadi lonjakan kasus Covid-19.
Konsultan Properti Coillers International Indonesia memproyeksikan tingkat okupansi sektor perkantoran pada tahun 2022 berada di angka 77%. Meskipun peningkatan tersebut masih harus menghadapi tantangan kedepan.
Baca Juga: 5 Drama Korea Romansa Perkantoran, Nomor 3 Tampilkan Adegan Panas
Senior Director Office Service Colliers Indonesia, Bagus Adikusumo megatakan angka tersebut dapat dicapai dengan diiringi oleh pertumbuhan ekonomi di Indonesia. "Secara hitunganya kalau pemerintah menggenjot pertumbuhan ekonominya 5,6%, atau 5% saja itu akan sangat membantu kenaikan tingkat okupansi," ujar Bagus dalam Market Review IDXChanel, Jumat (8/4/2022).
Oleh sebab itu, menurutnya pelaku industri khususnya di sektor properti menantikan target pertumbuhan ekonomi yang sudah di proyeksikan oleh pemerintah, yang berada di atas angka 5%. "Kalau meleset ya mungkin tidak sampai pada 77% lagi, malah bisa kurang dari 75% (okupansinya)," tutur Bagus.
Konsultan Properti Coillers International Indonesia memproyeksikan tingkat okupansi sektor perkantoran pada tahun 2022 berada di angka 77%. Meskipun peningkatan tersebut masih harus menghadapi tantangan kedepan.
Baca Juga: 5 Drama Korea Romansa Perkantoran, Nomor 3 Tampilkan Adegan Panas
Senior Director Office Service Colliers Indonesia, Bagus Adikusumo megatakan angka tersebut dapat dicapai dengan diiringi oleh pertumbuhan ekonomi di Indonesia. "Secara hitunganya kalau pemerintah menggenjot pertumbuhan ekonominya 5,6%, atau 5% saja itu akan sangat membantu kenaikan tingkat okupansi," ujar Bagus dalam Market Review IDXChanel, Jumat (8/4/2022).
Oleh sebab itu, menurutnya pelaku industri khususnya di sektor properti menantikan target pertumbuhan ekonomi yang sudah di proyeksikan oleh pemerintah, yang berada di atas angka 5%. "Kalau meleset ya mungkin tidak sampai pada 77% lagi, malah bisa kurang dari 75% (okupansinya)," tutur Bagus.
Lihat Juga :