Deretan Konglomerat Sawit Paling Tajir di Indonesia, Intip Daftarnya

Sabtu, 09 April 2022 - 14:58 WIB
loading...
A A A
Menempati peringkat kedua daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes tahun 2021, keluarga Widjaya melalui Grup Sinar Mas juga menjadi produsen minyak goreng terbesar di Indonesia. Produk minyak goreng besutan Sinar Mas yang paling terkenal adalah merek Filma.

3. Martua Sitorus

Martua Sitorus merupakan sosok di balik gurita bisnis Wilmar dengan salah satu produknya adalah minyak goreng dengan berbagai merek. Pengusaha kelapa sawit ini telah mendirikan perusahaan Wilmar International Ltd di Singapura.

Kerajaan bisnis itu dirikan bersama dengan Kuok Khoon Kong pada 1991, dimana fokusnya pada penyulingan minyak nabati, produsen lemak nabati dan oleokimia khusus, minyak kemasan konsumen, hingga tepung beras

Di Indonesia, merek minyak goreng dari Wilmar adalah Fortune dan Sania. Pada tahun lalu, Wilmar International tercatat meraup keuntungan dari kelapa sawit mencapai USD1,89 juta atau setara Rp27 miliar.

Martua Sitorus diketahui memiliki kekayaan bersih USD2,9 miliar dan menempatkannya di posisi 1.101 orang terkaya di dunia.

4. Anthony Salim

Siapa yang tidak mengenal Indofood sebagai rajanya perusahaan mie instan di Indonesia. Tidak cuma dari mie instan, pundi-pundi kekayaan Anthony Salim yang merupakan CEO Salim Group juga mengalir dari kelapa sawit melalui Indofood Agri Resources Ltd.

Perusahaan yang berbasis di Singapura ini bergerak di bidang agribisnis mulai dari pembibitan, pembudidayaan dan penggilingan kelapa sawit, pemasaran minyak goreng dan margarin, hingga produk turunan minyak sawit lainnya. Mereka memproduksi minyak goreng dengan brans seperti Bimoli, Delima, dan Happy.

Mengutip Forbes, saat ini Anthony Salim menduduki posisi ketiga sebagai konglomerat terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai USD8,5 miliar atau setara Rp121 triliun (kurs Rp14.327 per dolar AS).

5. Sukanto Tanoto

Terkenal di kalangan pebisnis komoditas pangan dan kelapa sawit Tanah Air, Sukanto Tanoto adalah pendiri Royal Golden Eagle International (RGEI). Perusahaan yang sudah go international itu memiliki usaha di berbagai industri termasuk minyak kelapa sawit.

Perusahaan tersebut merupakan holding dari beberapa anak perusahaan yang bergerak di berbagai bidang mulai dari industri kertas, fiber, energi, hingga kelapa sawit. Anak perusahaan yang menaungi bidang kelapa sawit yakni Asian Agri dan Apical.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
Prabowo Heran Minyak...
Prabowo Heran Minyak Goreng Sempat Langka, Padahal Indonesia Penghasil Sawit Terbesar
Mendorong Penerapan...
Mendorong Penerapan Ekonomi Sirkular di Industri Sawit
Guru Besar IPB: Klaim...
Guru Besar IPB: Klaim Kerugian Rp600 Triliun Akibat Under Invoicing Sawit Harus Diaudit Secara Independen
TAP Untuk Negeri Perkuat...
TAP Untuk Negeri Perkuat Produktivitas Petani Sawit Dukung Program B50
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Program Mandatori B50...
Program Mandatori B50 Wujudkan Swasembada Energi
Jay Singgih Dorong Pengusaha...
Jay Singgih Dorong Pengusaha Muda Papua Bersinergi Menuju Indonesia Emas 2045
BPDP Dukung Penguatan...
BPDP Dukung Penguatan Kemitraan Sawit Indonesia dengan Rusia
Rekomendasi
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
Formula 1 Hungarian...
Formula 1 Hungarian Grand Prix 2026: Jadwal Lengkap dan Link Streaming di VISION+
Tak Hanya untuk Rebo...
Tak Hanya untuk Rebo Wekasan, 12 Doa Tolak Bala Bisa Diamalkan Kapan Saja
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved