Agus Gumiwang Optimis Industri Manufaktur Bergeliat Pasca Pandemi

Kamis, 18 Juni 2020 - 22:13 WIB
loading...
A A A
Sebab, lanjut dia, bila vaksin dan obat tersebut belum ditemukan, perusahaan atau industri masih harus memberlakukan protokol kesehatan. Saat ini, katanya, utilisasi industri di Tanah Air sebesar 40% padahal biasanya menembus 75%.

"Utilisasi 40% karena demand side rendah. Lalu protokol kesehatan memengaruhi mobilitas barang dan orang, di dalam industri sendiri, harus diatur ada physical distancing sehingga otomatis kurangi jumlah pekerjanya dari 100% jadi 50%," jelas Agus. Baca: Agus Gumiwang Bidik 150 Relokasi Perusahaan Jepang dan AS

Maka, lanjutnya, jika obat dan vaksin Covid-19 ditemukan, kinerja industri dapat kembali normal. "Saya yakin bisa ditemukan, karena seluruh dunia berlomba dapatkan itu. Mungkin sekarang sudah ada namun uji klinisnya diperlukan," kata dia.

Sementara saat ini, sambung Agus, pengembangan industri manufaktur harus terus dilakukan di tengah Covid-19. Hanya saja tidak boleh mendahului penanganan kesehatan.

"Pembangunan industri manufaktur harus mengikuti atau di belakang penanganan kesehatan oleh pemerintah. Namun tidak boleh ketinggalan jauh, harus mepet terus," tukasnya.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Percepat Produktivitas...
Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI
Pertumbuhan Industri...
Pertumbuhan Industri dan Kontraksi Listrik Dinilai Masih Rasional
Krisis Nafta Landa Jepang,...
Krisis Nafta Landa Jepang, Sektor Konstruksi dan Manufaktur Mulai Lumpuh
Terjepit Dua Tekanan...
Terjepit Dua Tekanan Besar, Industri Manufaktur Indonesia Mendekati Batas Stagnasi
Industri Manufaktur...
Industri Manufaktur RI Kena Pukulan Ganda, Terhimpit Krisis Gas hingga Konflik Timur Tengah
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
Larangan Truk Sumbu...
Larangan Truk Sumbu 3 saat Momen Lebaran Berpotensi Ganggu Industri Manufaktur
Soal Pengadaan 105.000...
Soal Pengadaan 105.000 Kendaraan Koperasi Merah Putih, Evita: Momentum Perkuat Manufaktur Nasional
Rekomendasi
Rekrutmen Polri 2026...
Rekrutmen Polri 2026 Ketat dan Transparan, Banyak Anak Jenderal Tak Lolos Seleksi
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Berita Terkini
Impor Energidari 41...
Impor Energidari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia:Kami Cari yang Paling Murah!
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Borong Penghargaan HR...
Borong Penghargaan HR Asia 2026, Pegadaian Buktikan Diri Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia!
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Infografis
Industri Militer Rusia...
Industri Militer Rusia Kian Moncer, Setahun Produksi 1.500 Tank
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved