Pujian Sandiaga untuk Penjual Kopi Kemasan yang Beromzet Rp130 Juta Per Bulan
Jum'at, 19 Juni 2020 - 10:49 WIB
loading...
Pujian Sandiaga untuk Penjual Kopi Kemasan yang Beromzet Rp130 Juta Per Bulan
A
A
A
JAKARTA - Kang Asep dilanda ujian yang berat karena kelumpuhan yang dialami istrinya, sehingga terpaksa untuk meninggalkan pekerjannya demi merawat istri. Tentu sangat sulit jika pekerjaan tersebut merupakan mata pencaharian satu-satunya untuk menafkahi kelima anaknya. Demi menjaga kebutuhan keluarga tetap terpenuhi, Kang asep pada akhirnya berani mengambil keputusan untuk berjualan kopi kemasan.
Berijazah sekolah tinggi, Kang Asep sempat dicemooh keluarganya saat ingin berjualan kopi kemasan. Namun, cibiran ini dijadikan motivasi oleh Kang Asep untuk membuktikan kemampuannya dalam mengolah kopi.
Di sisi lain, keluarga Kang Asep tidak mendukung rencananya untuk menjual kopi kemasan karena hanya bermodalkan ijazah sekolah tinggi. Akan tetapi, justru cemohan itulah yang menjadi motivasi kang Asep untuk membuktikan tekadnya.
“Awalnya, saya dicemooh karena berjualan kopi kemasan. Menurut mereka, jualan kopi kemasan ini tidak perlu kuliah tinggu-tinggi. Saya lulusan universitas negeri di Jakarta dan istri saya lulusan universitas negeri di Sulawesi Tengah,” ucapnya kepada Sandiaga di ‘Jemput Rezeki’.
Saat awal memulai usahanya, Kang Asep hanya memiliki tabungan Rp600 ribu yang dijadikan modal berjualan kopi kemasan. Ketekunan dan ambisi Kang Asep menghasilkan panen besar. Saat ini ia memiliki tiga kios warung kopi dengan omzet rata-rata Rp45 juta per kios yang mana jika ditotal secara keseluruhan menjadi Rp130 juta per bulannya.
Berijazah sekolah tinggi, Kang Asep sempat dicemooh keluarganya saat ingin berjualan kopi kemasan. Namun, cibiran ini dijadikan motivasi oleh Kang Asep untuk membuktikan kemampuannya dalam mengolah kopi.
Di sisi lain, keluarga Kang Asep tidak mendukung rencananya untuk menjual kopi kemasan karena hanya bermodalkan ijazah sekolah tinggi. Akan tetapi, justru cemohan itulah yang menjadi motivasi kang Asep untuk membuktikan tekadnya.
“Awalnya, saya dicemooh karena berjualan kopi kemasan. Menurut mereka, jualan kopi kemasan ini tidak perlu kuliah tinggu-tinggi. Saya lulusan universitas negeri di Jakarta dan istri saya lulusan universitas negeri di Sulawesi Tengah,” ucapnya kepada Sandiaga di ‘Jemput Rezeki’.
Saat awal memulai usahanya, Kang Asep hanya memiliki tabungan Rp600 ribu yang dijadikan modal berjualan kopi kemasan. Ketekunan dan ambisi Kang Asep menghasilkan panen besar. Saat ini ia memiliki tiga kios warung kopi dengan omzet rata-rata Rp45 juta per kios yang mana jika ditotal secara keseluruhan menjadi Rp130 juta per bulannya.