Kinerja LTLS Menguat, Peringkat Obligasi Ikut Meningkat

Selasa, 19 April 2022 - 11:41 WIB
loading...
Kinerja LTLS Menguat,...
PT Lautan Luas Tbk (LTLS) mengukuhkan kinerja apik yang diperkuat penaikan peringkat kredit korporasi LTLS oleh Pefindo yang merupakan perusahaan pemeringkat efek di Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT Lautan Luas Tbk (LTLS) terus mengukuhkan diri sebagai perusahaan yang memiliki kinerja yang tahan banting meski di tengah pandemi. Hal ini diperkuat dengan penaikan peringkat kredit korporasi LTLS oleh Pefindo yang merupakan perusahaan pemeringkat efek di Indonesia.

Penaikan peringkat tersebut terjadi pada Obligasi Berkelanjutan II Tahap I tahun 2017, Obligasi Berkelanjutan II Tahap II Seri B tahun 2017, Obligasi Berkelanjutan III Tahap I Seri A dan B tahun 2020, dan Obligasi Berkelanjutan III Tahap II Seri A dan B tahun 2021 menjadi “IdA” dari sebelumnya yaitu “IdA-“. Prospek untuk peringkat kredit korporasi perusahaan adalah “kuat”.

“Dengan membaiknya credit profile dan meningkatnya credit rating yang diberikan oleh Pefindo, kami melihat impact yang positif terhadap Perseroan. Suku bunga dan beban bunga Perseroan diharapkan akan menjadi lebih baik, yang akan berdampak pula pada peningkatan kinerja Perseroan,” jelas Investor Relations Manager PT Lautan Luas Tbk, Eurike Hadijaya.

Baca Juga: Emiten Pengelola Alfamart Siap Lunasi Obligasi Rp1 Triliun

Peringkat tersebut mencerminkan kemampuan dan komitmen keuangan jangka panjang LTLS dalam membayarkan hutangnya. Ditambah pangsa pasar perusahaan yang kuat dalam industri kimia dan bisnis yang terdiversifikasi dengan baik. Namun, peringkat tersebut dibatasi oleh tekanan pada pertumbuhan dan kualitas aset.

Dalam keterangan resminya, Pefindo menilai tindakan pemeringkatan tersebut mencerminkan pandangan Pefindo terhadap struktur permodalan LTLS yang lebih kuat dan indikator proteksi arus kas, didorong oleh perbaikan manajemen modal kerja dan permintaan yang stabil menyusul pemulihan makro ekonomi dalam jangka pendek hingga menengah.

“Obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor Indonesia lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat lebih tinggi,” jelas Pefindo dalam keterangan resminya.

Selanjutnya peringkat tersebut juga mencerminkan posisi pasar LTLS yang kuat di industri, ditopang oleh produk dan segmen pasar yang terdiversifikasi dengan baik, operasi bisnis yang terintegrasi, dan manajemen operasi yang baik menghasilkan margin yang relatif stabil.

Didirikan tahun 1951, PT Lautan Luas Tbk mengawali usahanya sebagai importir dan distributor bahan kimia dasar untuk industri batik dan makanan di Indonesia. PT Lautan Luas Tbk sekarang memiliki 11 fasilitas manufaktur (9 di Indonesia, 2 di China), mendistribusikan lebih dari 1.000 produk kimia, dan melayani lebih dari 2.000 pelanggan dari sektor industri diseluruh Indonesia dan kawasan Asia Pasifik.

Kinerja Positif di 2021

Emiten pemasok bahan kimia dasar dan khusus di Indonesia, LTLS juga membukukan pendapatan sebesar Rp 6,6 triliun di sepanjang tahun 2021. Capaian itu naik 18,6% dari pendapatan di tahun 2020 yang sebesar Rp 5,6 triliun.

Berdasarkan laporan keuangan yang baru saja diinformasikan dari Bursa Efek Indonesia (BEI), kenaikan pendapatan ini berasal dari lonjakan penjualan yang didapatkan Lautan Luas. Tercatat, penjualan LTLS capai Rp 6,06 triliun di tahun lalu. Jumlah tersebut lebih tinggi dari penjualan di tahun 2020 yang hanya Rp 5,04 triliun.

Dengan kenaikan penjualan dan segala efisiensi biaya dilakukan terjadi peningkatan laba bersih. LTLS membukukan laba bersih senilai Rp279,6 miliar. Atau meningkat 271,7% dari Rp75,2 miliar secara tahunan atau year on year (yoy).

Baca Juga: Chandra Asri Rampungkan Penawaran Obligasi ke-3 Senilai Rp5 Triliun

Adapun hingga akhir 2021, perseroan membukukan total aset sejumlah Rp6,2 triliun, naik dari Rp5,5 triliun dari akhir 2020. Jumlah aset lancar perseroan tercatat naik Rp2,7 triliun dengan total aset tidak lancar yang juga meningkat menjadi Rp3,45 triliun sepanjang 2021.

Hingga penutupan BEI, Kamis (14/4), harga saham LTLS berada di Rp 775. Harga saham tersebut naik 11,51% dari bulan sebelumnya. Per 31 Maret 2022, pemegang saham Perusahaan terdiri dari PT Caturkarsa Megatunggal (54,7%), publik (44,96%), sedangkan sisanya dimiliki oleh manajemen.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Jangan Lewatkan Penawaran...
Jangan Lewatkan Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah Global Mediacom Tahap II Tahun 2026!
Porsi Free Float Dipenuhi...
Porsi Free Float Dipenuhi hingga 40%, OJK Ungkap Emiten Bakal Dapat Insentif Pajak
Gelar RUPST, Krom Bank...
Gelar RUPST, Krom Bank Cetak Kinerja Kuat di Sepanjang 2025
Hakim Pengadilan Militer...
Hakim Pengadilan Militer Minta Oditur Hadirkan Ahli Kimia di Sidang Andrie Yunus
Mantan GM Sebut Direktur...
Mantan GM Sebut Direktur CMNP Beri Mandat ke Bhakti Investama untuk Jual Surat Obligasi dan MTN
Pertama Sejak Perang...
Pertama Sejak Perang Dunia II, Negara Uni Eropa Terbitkan Obligasi Perang
Rekomendasi
Beredar Video Utuh UIN...
Beredar Video Utuh UIN Jakarta Visit ke Triguna dan SDIP, Kuasa Hukum: Meluruskan Informasi
Cerita Perjalanan Revisi...
Cerita Perjalanan Revisi UU Polri, Kapolri Singgung Aksi Demo Agustus Kelam
Lengkap! Daftar SD dan...
Lengkap! Daftar SD dan SMP Swasta Gratis di Kota Tangerang untuk SPMB 2026
Berita Terkini
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Rupiah Membaik Tinggalkan...
Rupiah Membaik Tinggalkan Level Rp18.000 per USD, Ini Sentimennya
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved