Pendapatan Negara Tumbuh 32,1%, APBN Cetak Surplus Rp10,3 Triliun di Kuartal I 2022
Rabu, 20 April 2022 - 13:08 WIB
loading...
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Keuangan melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kuartal I 2022 mencatatkan surplus sebesar Rp10,3 triliun. Surplus berlanjut seiring realisasi pendapatan negara tumbuh di tengah kontraksi belanja negara.
"Tahun lalu defisit 0,85% dari produk Domestik Bruto (PDB). Tahun ini masih surplus 0,06% dari PDB," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat Konferensi Pers APBN KiTA edisi April, Rabu (20/4/2022).
Baca Juga: Sri Mulyani Happy Penerimaan Pajak Triwulan I 2022 Capai Rp322,46 Triliun
Dia menyebut surplus APBN berbanding terbalik dengan tahun lalu yang masih defisit Rp143,7 triliun. Sementara, pendapatan negara masih tumbuh tinggi. Realisasi pendapatan negara di kuartal I 2022 sebesar Rp501 triliun tumbuh 32,1% dibandingkan tahun lalu.
"Surplus ini karena pendapatan negara mencapai Rp501 triliun sementara belanja negara tercatat Rp490,6 triliun," kata dia.
Dia menjelaskan pendapatan negara ditopang oleh penerimaan pajak. Pada kuartal I 2022, penerimaan perpajakan sebesar Rp401,8 triliun terdiri penerimaan pajak Rp322,5 triliun serta kepabeanan dan cukai Rp79,3 triliun. Sementara itu, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp99,1 triliun.
Baca Juga: Beban Utang Tembus Rp400 Triliun, JK: Presiden Setelah Jokowi Harus Tahan Banting
Dari sisi belanja, realisasi Rp490,6 triliun terdiri atas belanja kementerian/lembaga (K/L) Rp150 triliun, belanja non-K/L Rp164,2 triliun, serta belanja transfer ke daerah dan dana desa Rp176,5 triliun.
"Tahun lalu defisit 0,85% dari produk Domestik Bruto (PDB). Tahun ini masih surplus 0,06% dari PDB," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat Konferensi Pers APBN KiTA edisi April, Rabu (20/4/2022).
Baca Juga: Sri Mulyani Happy Penerimaan Pajak Triwulan I 2022 Capai Rp322,46 Triliun
Dia menyebut surplus APBN berbanding terbalik dengan tahun lalu yang masih defisit Rp143,7 triliun. Sementara, pendapatan negara masih tumbuh tinggi. Realisasi pendapatan negara di kuartal I 2022 sebesar Rp501 triliun tumbuh 32,1% dibandingkan tahun lalu.
"Surplus ini karena pendapatan negara mencapai Rp501 triliun sementara belanja negara tercatat Rp490,6 triliun," kata dia.
Dia menjelaskan pendapatan negara ditopang oleh penerimaan pajak. Pada kuartal I 2022, penerimaan perpajakan sebesar Rp401,8 triliun terdiri penerimaan pajak Rp322,5 triliun serta kepabeanan dan cukai Rp79,3 triliun. Sementara itu, realisasi penerimaan negara bukan pajak (PNBP) mencapai Rp99,1 triliun.
Baca Juga: Beban Utang Tembus Rp400 Triliun, JK: Presiden Setelah Jokowi Harus Tahan Banting
Dari sisi belanja, realisasi Rp490,6 triliun terdiri atas belanja kementerian/lembaga (K/L) Rp150 triliun, belanja non-K/L Rp164,2 triliun, serta belanja transfer ke daerah dan dana desa Rp176,5 triliun.
(nng)
Lihat Juga :