Girls Take Over Pupuk Indonesia: Pimpin Rapat hingga Tinjau Sistem Digitalisasi

Rabu, 20 April 2022 - 16:15 WIB
loading...
Girls Take Over Pupuk...
Wanita yang masih kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) ini terpilih menjadi Direktur Utama Pupuk Indonesia menggantikan Bakir Pasaman. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Bahana Aslamabel hari ini meninjau sistem digitalisasi pengawasan penyaluran pupuk subsidi milik PT Pupuk Indonesia (Persero) . Peninjauan ini dilakukan dalam rangka program Girls Take Over (GTO) yang dicanangkan oleh Menteri BUMN , Erick Thohir.

Wanita yang masih kuliah di Universitas Gadjah Mada (UGM) ini terpilih menjadi Direktur Utama Pupuk Indonesia menggantikan Bakir Pasaman. Sebagai orang nomor 1 di Pupuk Indonesia, wanita yang akrab disapa Abel ini mengawali pekerjaannya dengan meeting tentang pengenalan perusahaan.

"Sangat menarik sekali bisa mengetahui peran yang luar biasa dari Pupuk Indonesia grup dalam mendukung ketahanan pangan dan industri nasional," demikian ungkap Abel.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Perkuat Digitalisasi

Setelah mendapat bekal informasi perusahaan Pupuk Indonesia, Abel juga akan menerima laporan terkait beberapa program bahkan sistem yang dijalankan perusahaan seperti green industry cluster, Distribution Planning and Control System (DPCS), program Makmur, hingga mengenai Indonesia Fertilizer Research Institute (IFRI).

Setelah itu, dikatakan Abel, dirinya akan menghadiri bahkan memimpin beberapa rapat monitoring Pupuk Indonesia Grup. "Saya juga akan bertemu dengan Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman dan beberapa organisasi seperti Srikandi Pupuk Indonesia," kata Abel.

Sebelum memimpin rapat, Abel menyempatkan diri untuk meninjau sistem digitalisasi khususnya Distribution Planning and Control System (DPCS). Menurut dia sistem yang sudah diimplementasikan sejak 2020 ini sangat mampu mengawasi teknis penyaluran pupuk subsidi secara real time.

Lebih lanjut Abel mengatakan, bahwa DPCS juga dapat mengawasi proses distribusi dari gudang produsen hingga kios-kios resmi. Bahkan DPCS mampu mengetahui jumlah stok saat dalam perjalanan (intransit), baik darat maupun saat di pelabuhan.

“DPCS ini sangat bagus sekali, karena bisa memantau sistem distribusi yang sangat kompleks dan menyajikan data dan informasinya ke dalam satu platform digital secara real time,” ujar Abel.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Gandeng Penegak Hukum Berantas Mafia Pupuk Bersubsidi

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Bakir Pasaman mengungkapkan, perusahaan sangat mendukung program Girls Take Over yang dicanangkan oleh pemegang saham.

Dia mengaku, program ini sebagai dukungan perusahaan pada talenta perempuan dan generasi muda dalam membangun budaya korporasi. "Pupuk Indonesia berkomitmen untuk mensukseskan program Menteri BUMN, bapak Erick Thohir dalam mendorong talenta-talenta perempuan dan generasi muda untuk menjadi pemimpin di lingkungan BUMN," kata Bakir.

Girls Take Over merupakan kegiatan yang memberi kesempatan kepada perempuan dan generasi muda sehari menjadi pemimpin di BUMN. Program ini digerakkan oleh Forum Human Capital Indonesia serta komunitas di bawahnya: Srikandi BUMN dan BUMN Muda.

Menteri BUMN Erick Thohir menargetkan sebanyak 25% kursi kepemimpinan di BUMN terisi oleh wanita pada tahun 2023. Hal itu dilakukan dalam rangka transformasi human capital di BUMN untuk mencapai kesetaraan gender di Indonesia serta menyeimbangkan komposisi kepemimpinan yang berujung pada tercipta iklim perusahaan yang lebih baik.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Targetkan Pangkas...
Prabowo Targetkan Pangkas 1.000 BUMN Jadi Tinggal Tersisa 250
240 BUMN Tak Produktif...
240 BUMN Tak Produktif Dibubarin Prabowo: Tidak Untung, Rugi Terus
Rosan Lapor Prabowo...
Rosan Lapor Prabowo soal Perampingan 258 BUMN, 300 Pelat Merah Lain Menyusul
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Prabowo Terima Usulan...
Prabowo Terima Usulan Rektor, Keuntungan BUMN untuk Riset dan Inovasi
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Rekomendasi
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah...
Kemenhaj Sebut 90% Jemaah Haji Sudah Tiba di Tanah Air
Tantri Kotak Siap Tempuh...
Tantri Kotak Siap Tempuh Jalur Hukum Usai Ditipu Miliaran Rupiah
Martinez: Bandingkan...
Martinez: Bandingkan Ronaldo dengan Messi Itu Kekanak-kanakan
Berita Terkini
IHSG Dibuka Menguat...
IHSG Dibuka Menguat 0,61% ke Level 5.932
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Balas Serangan, Harga Minyak Langsung Mendidih
GAPKI Soroti Indonesia...
GAPKI Soroti Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam
Harga Minyak Kembali...
Harga Minyak Kembali ke Level Sebelum Perang, Mengapa Bensin Tak Ikut Turun?
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved