Mengungkap Mitos dan Fakta Seputar Rokok Elektrik

Jum'at, 22 April 2022 - 17:25 WIB
loading...
Mengungkap Mitos dan...
Rokok elektrik bukanlah produk tanpa risiko, ada baiknya kita mengetahui beberapa mitos paling umum tentang rokok elektrik. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Rokok elektrik bukanlah produk tanpa risiko, namun jika dibandingkan dengan rokok konvensional, vape lebih tidak berbahaya. Bagi yang ingin berhenti kebiasaan merokok, vape dapat menjadi salah satu alternatif untuk pindah bahkan berhenti merokok. Namun jika anda bukan perokok , maka tidak disarankan untuk menggunakan vape.

Baca Juga: Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bakal Suburkan Rokok Ilegal

Sayangnya, pemberitaan tentang rokok elektrik menimbulkan kontroversi di kalangan publik dan media. Melihat adanya beberapa kesalahpahaman paling umum seputar rokok elektrik, ada baiknya kita mengetahui beberapa mitos paling umum tentang rokok elektrik.

1. 'Paru-paru popcorn'

Secara detil istilah ini dapat dijelaskan sebagai jaringan parut pada kantung udara kecil di paru-paru yang mengakibatkan penebalan dan penyempitan saluran udara. Ini terjadi karena beberapa perasa yang digunakan dalam e-liquid untuk memberikan rasa mentega mengandung bahan kimia diacetyl, yang pada tingkat paparan yang sangat tinggi telah dikaitkan dengan penyakit paru-paru serius bronkiolitis obliterans.

Namun, diacetyl dilarang sebagai bahan dari e-rokok dan e-liquid di banyak negara di seluruh dunia, dan biasanya hanya ditemukan di vape palsu atau ilegal. Meskipun begitu, kandungan diacetyl pada tingkat ratusan kali masih berisiko lebih rendah daripada asap rokok. Bahkan pada tingkat ini, merokok bukanlah faktor risiko utama untuk penyakit langka ini.

2. Nikotin penyebab kanker

Empat dari 10 perokok dan mantan perokok salah mengira bahwa nikotin adalah penyebab kanker terbesar, padahal bukti menunjukkan nikotin sebenarnya membawa risiko bahaya yang minimal bagi kesehatan.

Dikutip dari ukhsa.blog.gov.uk, Nikotin sebenarnya adalah zat alami yang ditemukan di banyak produk termasuk dalam tomat. Meskipun nikotin adalah alasan orang menjadi kecanduan merokok, ribuan bahan kimia lain yang terkandung dalam asap rokok lah yang menyebabkan hampir semua bahaya akan kanker.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gebrak Gandeng Vapestore...
Gebrak Gandeng Vapestore Perluas Edukasi Konsumen Vape
APVINDO: Regulasi Vape...
APVINDO: Regulasi Vape Harus Berdasar Kajian Ilmiah dan Menyeluruh
Respons Aturan Whip...
Respons Aturan Whip Pink dan Vape, 4 Asosiasi Tekankan Pentingnya Dialog
Arief Muhammad Kini...
Arief Muhammad Kini Jadi Boss FOOM, Siap Perkuat Positioning Brand
PPEI Gelar Munas 2025,...
PPEI Gelar Munas 2025, Bahas Masa Depan dan Tantangan Industri Vape
Perkuat Inovasi, Delta...
Perkuat Inovasi, Delta Sukses Teknologi Luncurkan DWAY Ultra dan DJOY BEAM Series
Isu Narkoba dan Wacana...
Isu Narkoba dan Wacana Pelarangan, Pekerja Vape Jadi Pihak Paling Terdampak
Gelar Tes Urine, Konsumen...
Gelar Tes Urine, Konsumen Vape di Bekasi Tegaskan Negatif Narkoba
Lapas Cipinang Perkuat...
Lapas Cipinang Perkuat Sinergi dengan Bareskrim dalam Pengusutan Kasus Vape Etomidate
Rekomendasi
Silmy Karim dan 7 Orang...
Silmy Karim dan 7 Orang Ditetapkan Tersangka Kasus Pengurusan Dokumen Keimigrasian
Betrand Sedih Lihat...
Betrand Sedih Lihat Ruben Onsu Dihina, Curhatnya Bikin Haru
Wamen Imipas Silmy Karim...
Wamen Imipas Silmy Karim Kenakan Rompi Oranye dan Diborgol
Berita Terkini
PINDEX 2026 Dibuka,...
PINDEX 2026 Dibuka, Pertamina Patra Niaga Tampilkan Inovasi Engineering Energi Hilir
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
IHSG Rontok Lagi Hari...
IHSG Rontok Lagi Hari Ini, Tak Lama Pembukaan Anjlok 1,25% ke 5.866
IHSG Nyungsep, Purbaya...
IHSG Nyungsep, Purbaya Tuding Rumor Downgrade S&P Jadi Biang Kerok
Didimax Rayakan Ulang...
Didimax Rayakan Ulang Tahun ke-27, Kepala Bappebti Berikan Apresiasi
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved