Kenaikan Cukai Rokok Dinilai Bakal Suburkan Rokok Ilegal
Jum'at, 28 Januari 2022 - 20:39 WIB
loading...
Kenaikan cukai rokok bisa membuat maraknya rokok ilegal. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Sikap pemerintah yang tetap menaikan harga jual eceran (HJE) dan cukai rokok disayangkan sejumlah pihak. Kenaikan cukai rokok sebesar 12,5% tidak akan menurunkan prevalensi masyarakat merokok, tapi justru menutup kesempatan kerja di industri rokok karena banyak pabrik yang berpotensi mengurangi tenaga kerja.
Baca juga: Rugikan Negara, Produsen Rokok Ilegal Harus Ditindak Tegas
“Konsumsi rokok saat ini faktanya memang meningkat akan tetapi itu juga didorong oleh makin maraknya peredaran rokok illegal. Juga diakibatkan oleh peralihan para perokok dari rokok ber-merk kepada rokok illegal dan tingwe atau tembakau lintingan yang harganya jauh lebih ekonomis. Sementara rokok bermerek yang legal karena cukai rokok dan harga jual ecerannya dinaikkan, menjadi semakin mahal,” papar Ketua Koalisi Tembakau, Bambang Elf, dalam keterangannya, Jumat (28/1/2022).
Lebih lanjut Bambang menjelaskan, pihaknya sudah mengusulkan kepada pemerintah untuk menurunkan cukai rokok karena yakin dengan turunnya cukai akan mengurangi produksi rokok illegal. Jika cukai rokok turun, rokok ilegal juga akan turun, pemasukan negara dari cukai rokok justru akan meningkat.
Menurut Bambang pendemi yang berimbas pada resesi ekonomi, menjadikan petani dan para pelaku industri hasil tembakau juga mengalami kesulitan. Pemerintah pun mengalami kesulitan ekonomi karena dana dari APBN sebagian digunakan untuk penanganan Covid 19.
Baca juga: Rugikan Negara, Produsen Rokok Ilegal Harus Ditindak Tegas
“Konsumsi rokok saat ini faktanya memang meningkat akan tetapi itu juga didorong oleh makin maraknya peredaran rokok illegal. Juga diakibatkan oleh peralihan para perokok dari rokok ber-merk kepada rokok illegal dan tingwe atau tembakau lintingan yang harganya jauh lebih ekonomis. Sementara rokok bermerek yang legal karena cukai rokok dan harga jual ecerannya dinaikkan, menjadi semakin mahal,” papar Ketua Koalisi Tembakau, Bambang Elf, dalam keterangannya, Jumat (28/1/2022).
Lebih lanjut Bambang menjelaskan, pihaknya sudah mengusulkan kepada pemerintah untuk menurunkan cukai rokok karena yakin dengan turunnya cukai akan mengurangi produksi rokok illegal. Jika cukai rokok turun, rokok ilegal juga akan turun, pemasukan negara dari cukai rokok justru akan meningkat.
Menurut Bambang pendemi yang berimbas pada resesi ekonomi, menjadikan petani dan para pelaku industri hasil tembakau juga mengalami kesulitan. Pemerintah pun mengalami kesulitan ekonomi karena dana dari APBN sebagian digunakan untuk penanganan Covid 19.
Lihat Juga :