4 Negara Penghasil Nikel Terbesar di Dunia, Cadangan Indonesia Paling Banyak

Kamis, 28 April 2022 - 11:09 WIB
loading...
4 Negara Penghasil Nikel...
Seorang karyawan bekerja di Pabrik Metalurgi Nadezhda perusahaan Nornickel, produsen nikel dan paladium terkemuka dunia, di kota Arktik Norilsk, Rusia. Foto/Dok Reuters
A A A
JAKARTA - Saat kendaraan listrik semakin populer di tengah upaya dunia mengurangi emisi karbon, maka negara-negara negara penghasil nikel tentu akan mendapat keuntungan besar. Pasalnya, nikel merupakan bahan baku untuk produksi baterai berbagai peralatan elektronik, termasuk untuk mobil listrik yang trennya kian menguat di skala global.

Baca Juga: Tesla Ketakutan Kekurangan Bahan Baterai Mobil Listrik, Dicari Tambang Nikel Potensial

Hal ini membuat nikel menjadi salah satu komoditas strategis yang penting bagi perekonomian. Lantas siapa saja negara-negara penghasil nikel yang bisa memanfaatkan peluang tersebut.

Beberapa negara penghasil bahan tambang nikel tentu akan semakin diuntungkan di masa depan. Berikut 4 negara penghasil tambang nikel terbesar di dunia:

1. Indonesia

Siapa sangka, Indonesia dikenal sebagai penghasil nikel terbesar di dunia. Menurut data dari United States Geological Survei (USGS) Amerika Serikat, produksi nikel Indonesia mencapai angka 1 juta metrik ton pada tahun 2021 lalu, dan dapat dikatakan 37,04% nikel dunia berada di Indonesia.

Baca Juga: Larang Ekspor Nikel hingga Bauksit, Jokowi Tak Takut Digugat

Sebanyak 90% cadangan nikel Indonesia tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara. Salah satunya digarap oleh PT Aneka Tambang melalui anak usahanya PT Gag Nikel.

Hingga saat ini Indonesia menjadi patokan atau tolak ukur dari negara lain yang ingin mengembangkan hasil tambang nikel ini. Komoditas nikel menambah panjang daftar karta karun tambang yang tertanam di bumi Indonesia.

2. Filipina

Negara tetangga Indonesia yakni Filipina menempati peringkat kedua sebagai negara penghasil nikel terbesar di dunia. Hasil tambang nikel Filipina mencapai angka 370 metrik ton, dimana jumlah lokasi pertambangan saat ini berkisar 30 tempat.

Filipina mengalami peningkatan hasil tambang yang cukup pesat, karena pada tahun 2019 Filipina hanya berada di posisi ke 6 di bawah Rusia, Kuba, Australia dan Brazil.

3. Rusia

Dari dataran Eropa, ada Rusia selanjutnya yang juga merupakan negara penghasil nikel terbesar. Produksi nikel Rusia sejumlah 250 ribu metrik ton. Negara ini juga dikenal memiliki potensi galian berupa sumber daya tambang dan mineral yang melimpah.

Jumlah ini setara dengan 9,25% produksi dunia. Cadangan nikel Rusia mencapai 7,5 juta ton. Ini merupakan cadangan nikel terbesar keempat dunia dengan porsi 7,9% dari total cadangan seluruh dunia.

Namun saat ini Rusia tengah berkonflik dengan Ukraina yang tentunya berdampak terhadap produksi tambang mereka. Perang Rusia Ukraina yang masih berlangsung ditambah sejumlah sanksi dari negara-negara Barat, membuat Indonesia bisa merajai pasar nikel.

4. New Caledonia

Negara keempat merupakan New Caledonia, yang merupakan daerah bagian dari Prancis dan berhasil masuk ke daftar penghasil nikel terbesar di dunia, tercatat produksi nikel New Caledonia sebesar 190 metrik ton.

Meskipun penghasilan tambang dari Negara ini bisa saja di ekspor ke Negara lain, namun tidak dilakukan. Alasan utamanya adalah bahan tambang ini akan digunakan untuk kegunaan pribadi Negara dan perbaikan industri.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Tsingshan Dorong Kolaborasi...
Tsingshan Dorong Kolaborasi Hilirisasi Nikel Ramah Lingkungan di Indonesia
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Adopsi Teknologi dan...
Adopsi Teknologi dan AI Jadi Arah Baru Industri Pertambangan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
Berantas Mafia Tambang,...
Berantas Mafia Tambang, DPRPT Dorong Izin Tambang Rakyat Diserahkan ke Provinsi
Kejagung Tetapkan Bos...
Kejagung Tetapkan Bos TSHI Tersangka Baru Kasus Korupsi Nikel di Sulawesi Tenggara
Rekomendasi
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Pemeriksaan Kesehatan di RS Polri, Langsung Teriak: Siap!
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved