Aktivitas Logistik Harus Kembali Normal Saat Adaptasi Kebiasaan Baru
Sabtu, 20 Juni 2020 - 11:08 WIB
loading...
A
A
A
Sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi oleh berbagai institusi menunjukan divergensi di tengah tingginya ketidakpastian. "Dampak pandemi juga menyebabkan resesi atau perlambatan ekonomi yang terjadi secara luas termasuk pada mitra dagang Indonesia. Pendemi juga mendorong peningkatan pengangguran di hampir seluruh negara maju serta menekan harga komoditas," tandasnya.
(Baca Juga: Selama Pandemi Covid-19, Layanan Logistik ASDP Meningkat )
Namun di tengah pandemi, lanjutnya, neraca perdagangan masih mencatatkan surplus yang ditopang pertumbuhan positif ekspor. Meski demikian, penurunan impor menunjukkan adanya tekanan pada aktivitas ekonomi domestik.
"Jika berbicara tentang simpul logistik maritim di tengah covid-19 masih menunjukan optimisme, di mana perdagangan dan logsitik dunia masih terus berjalan di tengah covid-19," ungkap Wisnu.
Pihaknya menegaskan, pelabuhan laut harus tetap dibuka sekalipun ada berbagai pembatasan. Adapun data menunjukkan aktivitas kapal masuk dan keluar pelabuhan Indonesia tetap berjalan selama pandemi. "Peluang ekspor Indonesia masih ada, asal tetap fokus pada produk yang dibutuhkan oleh negara mitra dagang besar dan produk yang berdaya saing tinggi," tegasnya.
(Baca Juga: Selama Pandemi Covid-19, Layanan Logistik ASDP Meningkat )
Namun di tengah pandemi, lanjutnya, neraca perdagangan masih mencatatkan surplus yang ditopang pertumbuhan positif ekspor. Meski demikian, penurunan impor menunjukkan adanya tekanan pada aktivitas ekonomi domestik.
"Jika berbicara tentang simpul logistik maritim di tengah covid-19 masih menunjukan optimisme, di mana perdagangan dan logsitik dunia masih terus berjalan di tengah covid-19," ungkap Wisnu.
Pihaknya menegaskan, pelabuhan laut harus tetap dibuka sekalipun ada berbagai pembatasan. Adapun data menunjukkan aktivitas kapal masuk dan keluar pelabuhan Indonesia tetap berjalan selama pandemi. "Peluang ekspor Indonesia masih ada, asal tetap fokus pada produk yang dibutuhkan oleh negara mitra dagang besar dan produk yang berdaya saing tinggi," tegasnya.
(akr)
Lihat Juga :