4 Negara Eropa Ini Menolak Bayar Gas Rusia Pakai Rubel, Bagaimana Nasibnya?
Jum'at, 29 April 2022 - 20:37 WIB
loading...
A
A
A
Dia menganggap permintaan Putin itu sebagai upaya mengembalikan nilai mata uang Rubel yang jatuh setelah invasinya ke Ukraina. Sebelumnya diketahui bahwa nilai Rubel telah anjlok.
Baca Juga: Pasokan Gas Rusia Dihentikan, Polandia Ajak Jerman Ikut Larangan Impor Energi Moskow
Namun setelah pengumuman Putin bahwa gas Rusia harus dibayar dengan Rubel membuat nilai mata uang itu naik. Seperti dilaporkan Komisi Eropa bahwa Rusia menyediakan sekitar 45% dari impor gas Uni Eropa.
Sementara itu dilaporkan NewsWeek bulan lalu bahwa membutuhkan 4.500 rubel untuk mengisi tangki gas 12 galon. Bahkan seorang ekonom menilai bahwa Putin telah membuat Rusia seperti ‘Limbah Beracun’ bagi investor asing.
4. Prancis
Sejalan dengan anggota Uni Eropa lainnya, Prancis pun menolak pembayaran gas Rusia menggunakan Rubel. Tak hanya melanggar kontrak yang sudah disepakati, Prancis juga menganggap manuver Rusia ini sama saja dengan pemerasan.
Dikutip dari France 24, Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan bahwa Prancis menolak permintaan Rusia tersebut dan sedang mempersiapkan kemungkinan penghentian pengiriman gas dari Rusia. Selain itu pada sela kunjungannya ke Berlin, Le Maire juga mengaku sudah siap untuk kemungkinan tidak ada lagi gas dari Rusia.
Baca Juga: Pasokan Gas Rusia Dihentikan, Polandia Ajak Jerman Ikut Larangan Impor Energi Moskow
Namun setelah pengumuman Putin bahwa gas Rusia harus dibayar dengan Rubel membuat nilai mata uang itu naik. Seperti dilaporkan Komisi Eropa bahwa Rusia menyediakan sekitar 45% dari impor gas Uni Eropa.
Sementara itu dilaporkan NewsWeek bulan lalu bahwa membutuhkan 4.500 rubel untuk mengisi tangki gas 12 galon. Bahkan seorang ekonom menilai bahwa Putin telah membuat Rusia seperti ‘Limbah Beracun’ bagi investor asing.
4. Prancis
Sejalan dengan anggota Uni Eropa lainnya, Prancis pun menolak pembayaran gas Rusia menggunakan Rubel. Tak hanya melanggar kontrak yang sudah disepakati, Prancis juga menganggap manuver Rusia ini sama saja dengan pemerasan.
Dikutip dari France 24, Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire mengatakan bahwa Prancis menolak permintaan Rusia tersebut dan sedang mempersiapkan kemungkinan penghentian pengiriman gas dari Rusia. Selain itu pada sela kunjungannya ke Berlin, Le Maire juga mengaku sudah siap untuk kemungkinan tidak ada lagi gas dari Rusia.
(akr)
Lihat Juga :