Ketua DPD RI Imbau Pemerintah Antisipasi Sanksi Ekonomi Uni Eropa Terhadap Rusia
Rabu, 04 Mei 2022 - 19:39 WIB
loading...
Efek domino perang Rusia-Ukraina diperkirakan akan menggerus ekonomi global. Oleh karenanya, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, memberi peringatan kepada pemerintah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Dampak perang Rusia-Ukraina diperkirakan akan semakin tinggi, serta memberikan efek domino terhadap sektor ekonomi global . Oleh karenanya, Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti , meminta pemerintah mengantisipasi segala kemungkinan yang timbul, terutama berkaitan dengan sanksi ekonomi dari Uni Eropa untuk Rusia yang mulai dibahas.
"Tentu hal tersebut menjadi ancaman sekaligus tantangan bagi ekonomi nasional Indonesia. Oleh karenanya, saya mengimbau pemerintah bersiap menghadapi dampak sanksi ekonomi terhadap Rusia jika benar-benar diambil oleh Uni Eropa," kata LaNyalla, Rabu (4/5/2022).
Baca Juga: Uni Eropa Terpecah Soal Bagaimana Menjauh dari Energi Rusia
Senator asal Jawa Timur itu menilai, Indonesia bukan tidak mungkin akan ikut terdampak. Maka dari itu, LaNyalla meminta agar pemerintah segera mempersiapkan kebijakan dalam dan luar negeri untuk mengantisipasi berbagai macam kemungkinan yang akan terjadi.
"Indonesia juga perlu mempersiapkan alternatif lain terkait dengan kebutuhan energi. Masyarakat kita sudah sangat berat dalam menghadapi berbagai kenaikan harga yang cukup tinggi dan berdampak pada ekonomi domestik," ujar LaNyalla.
Dikatakannya, kebijakan yang tepat dibutuhkan agar kita mampu mengendalikan pasokan energi dalam negeri dengan harga yang stabil. Sebab katanya, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan memberikan reaksi keras dan dapat mengganggu pemulihan ekonomi.
"Jadi, pemerintah perlu mengantisipasi agar kita dapat menekan dampak dari isu sanksi ekonomi terhadap Rusia," imbuh LaNyalla.
"Tentu hal tersebut menjadi ancaman sekaligus tantangan bagi ekonomi nasional Indonesia. Oleh karenanya, saya mengimbau pemerintah bersiap menghadapi dampak sanksi ekonomi terhadap Rusia jika benar-benar diambil oleh Uni Eropa," kata LaNyalla, Rabu (4/5/2022).
Baca Juga: Uni Eropa Terpecah Soal Bagaimana Menjauh dari Energi Rusia
Senator asal Jawa Timur itu menilai, Indonesia bukan tidak mungkin akan ikut terdampak. Maka dari itu, LaNyalla meminta agar pemerintah segera mempersiapkan kebijakan dalam dan luar negeri untuk mengantisipasi berbagai macam kemungkinan yang akan terjadi.
"Indonesia juga perlu mempersiapkan alternatif lain terkait dengan kebutuhan energi. Masyarakat kita sudah sangat berat dalam menghadapi berbagai kenaikan harga yang cukup tinggi dan berdampak pada ekonomi domestik," ujar LaNyalla.
Dikatakannya, kebijakan yang tepat dibutuhkan agar kita mampu mengendalikan pasokan energi dalam negeri dengan harga yang stabil. Sebab katanya, kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) akan memberikan reaksi keras dan dapat mengganggu pemulihan ekonomi.
"Jadi, pemerintah perlu mengantisipasi agar kita dapat menekan dampak dari isu sanksi ekonomi terhadap Rusia," imbuh LaNyalla.
Lihat Juga :