Index Manufaktur Menguat di April 2022, Menperin: Mewakili Perbaikan Kondisi Bisnis
Kamis, 05 Mei 2022 - 21:58 WIB
loading...
Menperin Agus Gumiwang menerangkan, bersama dengan penguatan terhadap kontribusi ekspor, peningkatan PMI manufaktur diyakini mendukung solidnya kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal II tahun 2022. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengemukakan, produktivitas sektor industri manufaktur masih terus bergeliat seiring dengan permintaan baru di pasar yang juga kian meningkat.
Baca Juga: Sinyal Pemulihan Ekonomi, Inflasi dan PMI Manufaktur Memberikan Prospek Positif
Fase ekspansi ini berdasarkan hasil survei S&P Global melalui data Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada April 2022 yang berada di level 51,9 atau naik dibanding bulan Maret yang mencapai posisi 51,3.
“Bersama dengan penguatan terhadap kontribusi ekspor, peningkatan PMI manufaktur ini juga diyakini dapat mendukung solidnya kinerja pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II tahun 2022,” terangnya di Jakarta, Kamis (5/5/2022).
Agus menjelaskan, merujuk laporan S&P Global, sektor industri manufaktur di Indonesia masih menujukkan ekspansi dengan laju lebih cepat pada bulan April. Hal ini mengakselerasi perbaikan pada kondisi ekonomi sekaligus mendorong kenaikan jumlah tenaga kerja dan aktivitas pembelian.
Baca Juga: Sinyal Pemulihan Ekonomi, Inflasi dan PMI Manufaktur Memberikan Prospek Positif
Fase ekspansi ini berdasarkan hasil survei S&P Global melalui data Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada April 2022 yang berada di level 51,9 atau naik dibanding bulan Maret yang mencapai posisi 51,3.
“Bersama dengan penguatan terhadap kontribusi ekspor, peningkatan PMI manufaktur ini juga diyakini dapat mendukung solidnya kinerja pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II tahun 2022,” terangnya di Jakarta, Kamis (5/5/2022).
Agus menjelaskan, merujuk laporan S&P Global, sektor industri manufaktur di Indonesia masih menujukkan ekspansi dengan laju lebih cepat pada bulan April. Hal ini mengakselerasi perbaikan pada kondisi ekonomi sekaligus mendorong kenaikan jumlah tenaga kerja dan aktivitas pembelian.
Lihat Juga :