RI Setop Ekspor Minyak Sawit, Asing Borong CPO Malaysia dan Thailand
Jum'at, 06 Mei 2022 - 15:03 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai informasi, krisis geopolitik antara Rusia dan Ukraina membuat persediaan minyak nabati global, khususnya di Eropa, terganggu. Pasalnya, wilayah di sekitar Laut Hitam menyumbang 60% produksi dan 76% ekspor minyak biji bunga matahari.
Ketika stok minyak nabati lain terancam, para pembeli di Eropa kembali mempertimbangkan penggunaan CPO sebagai alternatif, meskipun pernah memboikot terkait isu lingkungan hingga eksploitasi pekerja.
Hal itu tentunya memberi angin segar bagi para produsen CPO di Asia Tenggara. Baru-baru ini, Malaysia melirik peluang ini untuk mendapatkan kembali pangsa pasar mereka, terlebih setelah ekspor CPO Indonesia berhenti.
Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Zuraida Kamaruddin menegaskan, pemerintah Malaysia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan dalam krisis saat ini. Dia juga menepis propaganda Barat selama ini terhadap produk sawit.
"Sudah saatnya kita meningkatkan upaya untuk melawan propaganda yang merugikan serta merusak kredibilitas minyak sawit dan kita akan menunjukkan banyak manfaat kesehatan yang ditawarkan komoditas ini," tukasnya, dilansir Reuters, Jumat (6/5/2022).
Ketika stok minyak nabati lain terancam, para pembeli di Eropa kembali mempertimbangkan penggunaan CPO sebagai alternatif, meskipun pernah memboikot terkait isu lingkungan hingga eksploitasi pekerja.
Hal itu tentunya memberi angin segar bagi para produsen CPO di Asia Tenggara. Baru-baru ini, Malaysia melirik peluang ini untuk mendapatkan kembali pangsa pasar mereka, terlebih setelah ekspor CPO Indonesia berhenti.
Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Zuraida Kamaruddin menegaskan, pemerintah Malaysia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan dalam krisis saat ini. Dia juga menepis propaganda Barat selama ini terhadap produk sawit.
"Sudah saatnya kita meningkatkan upaya untuk melawan propaganda yang merugikan serta merusak kredibilitas minyak sawit dan kita akan menunjukkan banyak manfaat kesehatan yang ditawarkan komoditas ini," tukasnya, dilansir Reuters, Jumat (6/5/2022).
Lihat Juga :