Dubai Jadi Surga Baru Bagi Miliarder Rusia, Permintaan Properti Meningkat
Jum'at, 06 Mei 2022 - 21:07 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan bahwa mereka memilih untuk memindahkan karyawan mereka ke UEA karena menawarkan lingkungan ekonomi dan politik yang aman untuk mengoperasikan bisnis.
Baca Juga: Harta Miliarder Rusia Raib Rp459 Triliun Imbas Konflik Ukraina yang Memanas
Diterangkan juga olehnya bisnis Rusia bergerak keluar karena mereka merasa sangat sulit untuk beroperasi karena sanksi. Tantangannya bahkan lebih akut bagi perusahaan yang berurusan dengan klien dan brand internasional, karena sebagian besar perusahaan Barat telah memutuskan hubungan dengan perusahaan yang berbasis di Rusia.
Perusahaan global seperti Goldman Sachs, JP Morgan dan Google telah menutup kantor di Rusia, juga merelokasi beberapa karyawan mereka ke Dubai. "Pasti ada brain drain yang sedang terjadi. Banyak orang pergi karena ada banyak pembatasan bisnis saat ini," kata Fatulley.
Baca Juga: Harta Miliarder Rusia Raib Rp459 Triliun Imbas Konflik Ukraina yang Memanas
Diterangkan juga olehnya bisnis Rusia bergerak keluar karena mereka merasa sangat sulit untuk beroperasi karena sanksi. Tantangannya bahkan lebih akut bagi perusahaan yang berurusan dengan klien dan brand internasional, karena sebagian besar perusahaan Barat telah memutuskan hubungan dengan perusahaan yang berbasis di Rusia.
Perusahaan global seperti Goldman Sachs, JP Morgan dan Google telah menutup kantor di Rusia, juga merelokasi beberapa karyawan mereka ke Dubai. "Pasti ada brain drain yang sedang terjadi. Banyak orang pergi karena ada banyak pembatasan bisnis saat ini," kata Fatulley.
(akr)
Lihat Juga :