Tingkatkan Pangsa Pasar, Malaysia Bakal Pangkas Pajak Ekspor CPO
Rabu, 11 Mei 2022 - 11:23 WIB
loading...
Pemerintah Malaysia berencana memangkas tarif pajak ekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Foto/SINDOnews/Yorri Farli
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah Malaysia berencana memangkas tarif pajak ekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO). Langkah ini dilakukan guna membantu kekurangan pasok minyak nabati dunia dan menumbuhkan pangsa pasar.
Dikutip dari Reuters, Rabu (11/5/2022), Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Zuraida Kamaruddin mengatakan, pihaknya tengah mengajukan gagasan ini kepada Menteri Keuangan. Sebelumnya, Menteri Keuangan sudah membentuk komite untuk membahas hal ini.
Zuraida mengatakan, Malaysia akan memotong pajak menjadi 4-6% dari tarif awal 8%. Keputusan akan diambil pada Juni mendatang.
Baca juga: Perbedaan Cara Merdeka Indonesia dan Malaysia
Malaysia sendiri memang sedang meningkatkan pangsa pasar CPO, terutama sejak invasi Rusia ke Ukraina yang mengganggu pengiriman minyak bunga matahari serta larangan ekspor minyak sawit dari Indonesia. "Dalam krisis ini mungkin kita bisa bersantai sedikit dan lebih banyak minyak sawit bisa diekspor," tuturnya.
Dalam proposal yang diajukan, pihaknya juga meminta agar Menteri Keuangan mempercepat pemotongan pajak untuk produsen minyak sawit Malaysia terbesar, FGV Holdings.
Malaysia juga menunjukkan komitmen implementasi B30 untuk memprioritaskan pasokan ke industri pangan global dan domestik. "Kita harus prioritaskan untuk memberi makanan kepada dunia terlebih dulu," ujarnya.
Dikutip dari Reuters, Rabu (11/5/2022), Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia Zuraida Kamaruddin mengatakan, pihaknya tengah mengajukan gagasan ini kepada Menteri Keuangan. Sebelumnya, Menteri Keuangan sudah membentuk komite untuk membahas hal ini.
Zuraida mengatakan, Malaysia akan memotong pajak menjadi 4-6% dari tarif awal 8%. Keputusan akan diambil pada Juni mendatang.
Baca juga: Perbedaan Cara Merdeka Indonesia dan Malaysia
Malaysia sendiri memang sedang meningkatkan pangsa pasar CPO, terutama sejak invasi Rusia ke Ukraina yang mengganggu pengiriman minyak bunga matahari serta larangan ekspor minyak sawit dari Indonesia. "Dalam krisis ini mungkin kita bisa bersantai sedikit dan lebih banyak minyak sawit bisa diekspor," tuturnya.
Dalam proposal yang diajukan, pihaknya juga meminta agar Menteri Keuangan mempercepat pemotongan pajak untuk produsen minyak sawit Malaysia terbesar, FGV Holdings.
Malaysia juga menunjukkan komitmen implementasi B30 untuk memprioritaskan pasokan ke industri pangan global dan domestik. "Kita harus prioritaskan untuk memberi makanan kepada dunia terlebih dulu," ujarnya.
Lihat Juga :