Syarat RI Jadi Negara Maju, Teten: Lahirkan Banyak Pengusaha

Kamis, 12 Mei 2022 - 16:38 WIB
loading...
Syarat RI Jadi Negara...
Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengungkapkan syarat Indonesia menjadi negara maju, yakni tidak banyak aktivis melainkan lahir para pengusaha baru. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mengungkapkan syarat Indonesia menjadi negara maju . Indikatornya adalah dengan melahirkan lebih banyak pengusaha baru di dalam negeri.

"Syarat untuk menjadi negara maju itu adalah kita harus terus menambah jumlah pengusaha," kata Teten, di Jakarta, Kamis (12/5/2022).

Baca Juga: Daftar Negara Berkembang di Dunia: China Termasuk?

Menurut dia Indonesia telah diproyeksikan menjadi negara nomor 4 dunia pada 2045. Namun, untuk diperlukan lebih banyak pengusaha baru. "Sekarang negara maju kan rata-rata antara 12-14% jadi pengusaha," jelasnya.

Menkop Teten selaku Ketua Pelaksana Perpres Kewirausahaan juga menyebutkan saat ini fokus pemerintah menciptakan 1 juta pengusaha baru tersebar di seluruh Indonesia. "Kita ingin menaikkan jumlah wirausaha, kita ingin nambah sekitar 1 juta wirausaha. Ada yang di bawah kementerian itu 400.000," kata dia.

Baca Juga: Negara-negara Islam yang Pernah Dijajah Inggris dan Nasibnya Sekarang

Dengan demikian, imbuhnya, jumlah wirausaha baru tersebut akan semakin banyak dan akan semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. "Ini bagian dari upaya pemerintah untuk menyiapkan Indonesia menjadi negara maju," pungkasnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
Rupiah Berantakan Sentuh...
Rupiah Berantakan Sentuh Rp17.500, Pengusaha Cemaskan Kelangsungan Bisnis
Pengusaha Diminta Tak...
Pengusaha Diminta Tak Usah Was-was Soal Pemeriksaan WP Tax Amnesty Jilid II
Kontras Ungkap Update...
Kontras Ungkap Update Kondisi Andrie Yunus, Sudah Pulang dan Jalani Fisioterapi
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Rekomendasi
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Berita Terkini
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
KAI Logistik Angkut...
KAI Logistik Angkut 6,8 Juta Ton Barang hingga Mei 2026, Terbanyak Batu Bara
Jelang Akhir Pekan,...
Jelang Akhir Pekan, IHSG Dibuka Memerah di Level 6.161
PLN Rombak Jajaran Direksi,...
PLN Rombak Jajaran Direksi, Darmawan Masih Dirut dan Tambah Posisi Wadirut
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
62 Juta Barel Minyak...
62 Juta Barel Minyak dari Selat Hormuz Siap Banjiri Kilang Asia
Infografis
Jadi Kawan Israel, Maroko...
Jadi Kawan Israel, Maroko Negara Arab Pertama yang Terima F-35 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved