Aman Dikonsumsi, Ketua Pedagang Sapi: Wabah PMK Tak Ganggu Harga
Kamis, 12 Mei 2022 - 20:25 WIB
loading...
Daging sapi yang terpapar PMK masih aman dikonsumsi. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Ketua Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (Jappdi) Asnawi menyatakan, hingga hari ini tidak ada laporan kenaikan harga daging disebabkan karena wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) .
Baca juga: Kapolri Dukung Upaya Kementan Tangani Wabah PMK
"Kalau saat ini (perubahan harga daging) belum terjadi karena wabah PMK," kata Asnawi kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (12/4/2022).
Dia menerangkan, daging sapi yang disembelih dari hewan ternak yang terjangkit PMK masih aman dikonsumsi. Namun, dengan catatan harus melalui proses perebusan dengan air panas bersuhu 95 derajat celcius selama 15-30 menit.
"Jadi artinya daging sapi yang terjangkit PMK ini masih aman dikonsumsi oleh masyarakat apabila proses memasaknya dengan tingkat panas 95 derajat celcius dalam waktu minimal 15 menit dan maksimal 30 menit. Dengan proses ini, semua bakteri yang ada di daging itu akan mati dengan sendirinya," jelas Asnawi.
Ia juga menegaskan bahwa penyakit hewan ternak ini tidak berbahaya buat manusia. Sebab, penularan hanya terjadi antar-hewan ternak saja sehingga diharapkan masyarakat tidak perlu panik berlebihan.
Baca juga: Kapolri Dukung Upaya Kementan Tangani Wabah PMK
"Kalau saat ini (perubahan harga daging) belum terjadi karena wabah PMK," kata Asnawi kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (12/4/2022).
Dia menerangkan, daging sapi yang disembelih dari hewan ternak yang terjangkit PMK masih aman dikonsumsi. Namun, dengan catatan harus melalui proses perebusan dengan air panas bersuhu 95 derajat celcius selama 15-30 menit.
"Jadi artinya daging sapi yang terjangkit PMK ini masih aman dikonsumsi oleh masyarakat apabila proses memasaknya dengan tingkat panas 95 derajat celcius dalam waktu minimal 15 menit dan maksimal 30 menit. Dengan proses ini, semua bakteri yang ada di daging itu akan mati dengan sendirinya," jelas Asnawi.
Ia juga menegaskan bahwa penyakit hewan ternak ini tidak berbahaya buat manusia. Sebab, penularan hanya terjadi antar-hewan ternak saja sehingga diharapkan masyarakat tidak perlu panik berlebihan.
Lihat Juga :