Sedotan Migas Makin Kering, Pengusaha: Indonesia Tak Lagi Menarik
Jum'at, 13 Mei 2022 - 15:00 WIB
loading...
A
A
A
Mustiko juga mengeluhkan sulitnya mengurus perizinan terkait migas karena terlalu banyak aturan yang harus dilaksanakan, meski kegiatan itu diatur oleh pemerintah pusat. Dia mengharapkan penerapan one door policy supaya tidak terlalu banyak tahapan yang harus dilewati.
"Fakta menunjukan perizinan itu sangat bertele-tele di Indonesia, perlu one door policy sebenarnya. One door policy udah ada undang-undang apa itu pertahanan negara, kegiatan migas itu diatur oleh pemerintah pusat. Tetapi apa yang terjadi, ada pergub ada perbup bahkan perkebunan-perkebunan kalau kita mau ngebor itu susah bener gak dikasih tempat," ungkapnya.
Mustiko mengharapkan agar pucuk pimpinan di bidang migas harus dari seorang professional di bidangnya agar keputusan-keputusan yang diambil bersifat pasti dan tidak membingungkan.
Baca juga: Mobil Bekas Milik Orang Terkenal Jauh Lebih Mahal, Ini Jawaban Hasil Studi
"Pimpinan di bidang migas ini harus seorang profesional dong, jangan asal ambil dari sana ambil dari sini. Kegiatan migas itu sesuatu yang bersifat teknologi tinggi, cost tinggi, risiko tinggi dan perlu orang yang berpengalaman, kalau bukan orang yang berpengalaman tuh keputusannya ngambang," ujar Mustiko.
"Fakta menunjukan perizinan itu sangat bertele-tele di Indonesia, perlu one door policy sebenarnya. One door policy udah ada undang-undang apa itu pertahanan negara, kegiatan migas itu diatur oleh pemerintah pusat. Tetapi apa yang terjadi, ada pergub ada perbup bahkan perkebunan-perkebunan kalau kita mau ngebor itu susah bener gak dikasih tempat," ungkapnya.
Mustiko mengharapkan agar pucuk pimpinan di bidang migas harus dari seorang professional di bidangnya agar keputusan-keputusan yang diambil bersifat pasti dan tidak membingungkan.
Baca juga: Mobil Bekas Milik Orang Terkenal Jauh Lebih Mahal, Ini Jawaban Hasil Studi
"Pimpinan di bidang migas ini harus seorang profesional dong, jangan asal ambil dari sana ambil dari sini. Kegiatan migas itu sesuatu yang bersifat teknologi tinggi, cost tinggi, risiko tinggi dan perlu orang yang berpengalaman, kalau bukan orang yang berpengalaman tuh keputusannya ngambang," ujar Mustiko.
(uka)
Lihat Juga :