Bertemu Australia-Indonesia Institute Board, Menparekraf: Perluasan Kerja Sama Parekraf Dijajaki

Rabu, 18 Mei 2022 - 21:33 WIB
loading...
Bertemu Australia-Indonesia...
Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno, bertemu dengan anggota Australia-Indonesia Institute Board di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (18/5/2022). FOTO/MNC Media
A A A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno , bertemu dengan anggota Australia-Indonesia Institute Board untuk menjajaki perluasan dan peluang baru kerja sama terkait upaya pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kedua negara pascapandemi COVID-19.

Menparekraf Sandiaga dalam pertemuan yang dilaksanakan di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Rabu (18/5/2022), mengungkapkan banyak hal yang dapat dikerjasamakan antara Indonesia dengan Australia di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Mulai dari peningkatan kapasitas SDM pariwisata antar kedua negara, penyelenggaraan event, pengembangan subsektor seni pertunjukan, film, hingga e-sport.

“Kami melihat banyak sekali potensi di bidang musik untuk dikolaborasikan, begitu juga dengan kuliner, fesyen, dan seni pertunjukan. Kami juga berencana akan menampilkan karya film terbaik Indonesia pada perhelatan Indonesia Film Festival di Melbourne,” kata Sandiaga.

Baca Juga: Pacu SDM Pariwisata Unggul, Menparekraf: Poltekpar Rp400 Miliar Dibangun di Sragen

Sebelumnya, Indonesia dan Australia telah menjalin MoU dalam kerja sama pariwisata yang ditandatangani pada Juni 2001 dan berakhir pada 2018.

Oleh karena itu, Menparekraf Sandiaga ingin ada pembaruan MoU kerja sama parekraf, terutama dalam bidang pendidikan, sehingga kelas international antara Indonesia dengan Australia kembali dibuka, hingga memungkinkan pertukaran pelajar dan program magang.

Dalam kesempatan itu, Menparekraf mengucapkan terima kasih atas partisipasi Australia dalam acara Tourism Working Group Meeting yang pertama pada 10 – 11 Mei 2022 lalu. Menparekraf pun berharap kehadiran dan partisipasi para anggota Australia-Indonesia Institute Board dalam side event KTT G20 yaitu World Conference on Creative Economy (WCCE) pada 5-7 Oktober 2022 di Bali.

“Selain itu juga ada World Tourism Day dan International Wellness Tourism Conference and Festival. Kami berharap Australia dapat berpartisipasi dalam event-event tersebut,” ujar Menparekraf.

Terkait kebijakan Indonesia dalam membuka perbatasan internasional, Menparekraf Sandiaga menjelaskan situasi pandemi COVID-19 di Indonesia hingga kini semakin terkendali. Presiden pun telah memberikan arahan untuk memperbolehkan masyarakat tidak menggunakan masker ketika berkegiatan di luar ruangan.

“Kami pun sudah melakukan beberapa pelonggaran untuk wisatawan mancanagera yang telah melakukan vaksinasi lengkap di antaranya peniadaan tes antigen dan PCR pada saat kedatangan. Hal ini juga berdasarkan momentum libur lebaran yang berlangsung dengan baik, sehingga kami terus berupaya melonggarkan kebijakan secara bertahap, karena keselamatan dan kesehatan wisatawan adalah hal prioritas yang harus kami perhatikan,” ujar Menparekraf.

Hal tersebut disambut baik oleh Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams dan Chair of Australia Indonesia Institute, Emeritus Professor Greg Fealy AM.

Emeritus Professor Greg Fealy AM mengungkapkan bahwa Indonesia khususnya Bali memang menjadi destinasi utama wisatawan asal Australia. Namun, ia ingin mempromosikan pariwisata Indonesia bukan hanya Bali saja, tetapi destinasi wisata lainnya. Karena menurutnya Indonesia memiliki beragam destinasi wisata unggulan yang dapat dijelajahi dan sesuai dengan minat wisatawan Australia.

“Selain pariwisata Bali, kami juga ingin mengangkat sisi ekonomi kreatifnya, sehingga tidak hanya berpusat pada satu hal saja. Kami juga akan mempromosikan destinasi wisata lainnya di Indonesia,” katanya.

Baca Juga: Optimalkan Kunjungan Wisatawan, Menparekraf Dorong Pengembangan Infrastruktur di Bali Utara

Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams berharap dengan adanya pertemuan ini Indonesia dan Australia dapat memperkuat kerja sama bilateral. Terutama di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif. “Semoga ide atau gagasan yang kita bahas kali ini ada yang bisa segera kita eksekusi,” ujar Penny.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Optimisme Fiskal di...
Optimisme Fiskal di Tengah Warning Sign Ekonomi, Pemerintah Perlu Pulihkan Trust Market
Di Luar Prediksi, Ekonomi...
Di Luar Prediksi, Ekonomi Singapura Tumbuh 6% Kuartal I-2026
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Piala Dunia 2026: Spanyol...
Piala Dunia 2026: Spanyol Hancurkan Arab Saudi 4-0
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Oceanman Bali 2026 Sukses...
Oceanman Bali 2026 Sukses Hadirkan Sport Tourism Kelas Dunia
Berita Terkini
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved