Wow! Komisi Eropa Ajukan Rp4.629 Triliun untuk Hilangkan Candu Energi Rusia

Kamis, 19 Mei 2022 - 01:23 WIB
loading...
Wow! Komisi Eropa Ajukan Rp4.629 Triliun untuk Hilangkan Candu Energi Rusia
Eropa butuh Rp4.629 triliun untuk setop ketergantungan energi dari Rusia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Komisi Eropa pada Rabu kemarin (18/5/2022) mengajukan rencana sebesar €300 miliar atau setara Rp4.629 triliun untuk menghilangkan impor energi Rusia pada tahun 2027. Komisi Eropa mengakui keputusan ini akan membutuhkan investasi jangka pendek untuk infrastruktur bahan bakar fosil baru guna menggantikan impor minyak dan gas Rusia.

Baca juga: Wabah Cacar Monyet Menyebar di Eropa, Inggris Sebut Kontak Seksual Penyebabnya

Dikombinasikan dengan undang-undang hijau yang sudah ada, rencana baru ini dijuluki REPowerEU. Rencana ini diyakini akan membantu Eropa menghemat €100 miliar (Rp1.543 triliun) setiap tahun untuk mengimpor gas, minyak dan batu bara.

“Perang Putin, seperti yang kita semua lihat, sangat mengganggu pasar energi global,” kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dikutip dari euraactiv.com, Kamis (19/5/2022).

Leyen menambahkan bahwa kondisi itu telah menunjukkan ketergantungan Eropa pada bahan bakar fosil impor dan kerentanan yang menyertainya. “Kita sekarang harus mengurangi secepat mungkin ketergantungan kita pada bahan bakar fosil Rusia. Saya sangat yakin kami bisa,” lanjutnya.

Rencana tersebut memiliki tiga elemen utama, yaitu penghematan energi, meningkatkan energi terbarukan, dan mendiversifikasi pasokan minyak dan gas Eropa.



Langkah ini termasuk proposal baru untuk menaikkan target energi terbarukan UE menjadi 45% pada tahun 2030, naik dari target 40% yang diajukan tahun lalu, dan meningkatkan target efisiensi energi dari target 9% yang diajukan pada Juli 2021 menjadi 13%.

Rencana ini juga mengusulkan membuat panel surya wajib untuk bangunan tempat tinggal umum dan baru masing-masing pada tahun 2025 dan 2029.

“Lebih mendesak dari sebelumnya bahwa Eropa menjadi penguasa nasibnya sendiri, meningkatkan ketahanan dan kedaulatannya dan terus memimpin dunia dalam menghadapi krisis iklim,” kata kepala iklim Uni Eropa Frans Timmermans.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1682 seconds (11.252#12.26)