Larangan Ekspor Gandum India Disebut Jadi Ancaman Serius Stabilitas Pangan Dalam Negeri

Kamis, 19 Mei 2022 - 11:50 WIB
loading...
Larangan Ekspor Gandum...
Larangan ekspor gandum yang dilakukan India sangat berisiko bagi stabilitas pangan di dalam negeri. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Larangan ekspor gandum yang dilakukan India sangat berisiko bagi stabilitas pangan di dalam negeri. Pasalnya, India merupakan produsen gandum nomor dua terbesar di dunia setelah China dengan kapasitas produksi 107,5 juta ton.

Sementara Indonesia mengimpor gandum tiap tahun sebesar 11,7 juta ton atau setara USD3,45 miliar. "Jadi kalau India melakukan proteksionisme dengan larang ekspor gandum, sangat berisiko pada stabilitas pangan kita," kata Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (19/5/2022).

Baca Juga: 10 Negara Penghasil Gandum Terbesar di Dunia, Ada Tetangga Indonesia

Dia memaparkan, harga gandum di pasar internasional telah naik 58,8% dalam satu tahun terakhir. Menurutnya, imbas pada inflasi pangan akan menekan daya beli masyarakat.

"Contohnya tepung terigu, mie instan sangat butuh gandum, dan Indonesia tidak bisa produksi gandum. Banyak industri makanan minuman skala kecil yang harus putar otak untuk bertahan di tengah naiknya biaya produksi," urai Bhima.

Kemudian, Bhima menilai, pelarangan ekspor gandum yang belum diketahui sampai kapan waktunya membuat kekurangan pasokan di dalam negeri, hal ini menjadi ancaman serius.

"Perang Ukraina-Rusia sudah membuat stok gandum turun signifikan, ditambah kebijakan India, tentu berimbas signifikan ke keberlanjutan usaha yang membutuhkan gandum," jelasnya.

Dengan begitu, mau tidak mau memberi "PR" bagi pengusaha untuk segera mencari sumber alternatif gandum. Namun di balik masalah ini, menurut Bhima bisa menjadi kesempatan bagi pengusaha untuk memanfaatkan bahan baku selain gandum seperti tepung jagung, singkong, hingga sorgum yang banyak ditemukan di Indonesia.

Baca Juga: Ini Deretan Negara yang Melarang Ekspor Produk Pangan, Salah Satunya Indonesia

Terakhir ia menyebut, dampak dari larangan ekpsor gandum oleh India ini bisa menaikkan harga daging dan telur ayam. Sebab, pakan ternak sebagian menggunakan campuran gandum. "Jadi kalau harga gandum naik, harga daging dan telur juga naik," ucapnya.

Maka dari itu, Bhima menyarankan, pemerintah harus segera mempersiapkan strategi untuk mitigasi berlanjutnya ekspor gandum India. Selain itu, pengusaha di sektor makanan minuman dan pelaku usaha ternak juga perlu berkoordinasi mencari jalan keluar bersama dengan pemerintah.

"Sekarang harus dihitung berapa stok gandum di Tanah Air dan berapa alternatif negara penghasil gandum yang siap memasok dalam waktu dekat," kata Bhima.

"Bukan tidak mungkin, Pemerintah Indonesia bersama negara lain melakukan gugatan kepada India ke WTO karena kebijakan unilateral India merugikan konsumen dan industri di Indonesia," pungkasnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
Sinergi Polri-Swasta...
Sinergi Polri-Swasta Dorong Ketahanan Pangan dan Ekonomi Daerah
Bahan Pangan Masih Impor,...
Bahan Pangan Masih Impor, Siap-siap Hadapi Lonjakan Harga Imbas Rupiah Loyo
Kalimantan Selatan Jaga...
Kalimantan Selatan Jaga Stabilitas Pangan di Tengah Tekanan Inflasi
Cadangan Beras Hampir...
Cadangan Beras Hampir Tembus 5 Juta Ton, Bukti Nyata Perkuat Ketahanan Pangan
GKSI Berdayakan Peternak...
GKSI Berdayakan Peternak dan Koperasi Susu untuk Perkuat Program MBG
Program Ketahanan Pangan,...
Program Ketahanan Pangan, Puluhan Hektare Sawah di Batang Ditanami Padi Hasil Riset
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Rekomendasi
Putusan PTUN Tegaskan...
Putusan PTUN Tegaskan Keabsahan SK Menkum, Kepemimpinan Mardiono sebagai Ketum PPP Sah
Ketua PMI Jakpus Apresiasi...
Ketua PMI Jakpus Apresiasi Dukungan MNC Peduli di Jumtek PMR dan Relawan 2026
Taufik Hidayat Pelaku...
Taufik Hidayat Pelaku Penganiayaan Sadis Ditangkap di Majalaya
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
Membangun Revolusi Pembiayaan...
Membangun Revolusi Pembiayaan Sosial Nasional Tanpa Membebani APBN
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Infografis
Alasan Ramalan dalam...
Alasan Ramalan dalam Serial The Simpsons Selalu Jadi Kenyataan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved