Sri Mulyani Patok Kurs Rupiah Rp15.300 di Tahun Depan

Senin, 22 Juni 2020 - 12:04 WIB
loading...
Sri Mulyani Patok Kurs...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan telah menetapkan beberapa target asumsi perekonomian di 2021. Salah satunya, asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, asumsi dasar dalam dokumen kerangka ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM-PPKF) kembali berubah, khususnya pada nilai tukar rupiah dan suku bunga.

"Kami ingin sampaikan untuk outlook 2020 dan 2021 memang ada revisi yang kita sampaikan," kata Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Senin (22/6/2020).

Dia melanjutkan, nilai tukar rupiah diasumsikan ada di kisaran Rp14.900 sampai Rp15.300 per dolar Amerika Serikat (AS) di 2021. Selanjutnya, perubahan suku bunga SBN 10 tahun di kisaran 6,29-8,29%. Sementara suku bunga SBN 5 tahunnya sebesar 5,88-7,88%.

Sedangkan inflasi dan pertumbuhan ekonomi tidak berubah. Inflasi tetap dipasang di level 3% plus minus 1%, atau atau 2-4%. Lalu pertumbuhan ekonomi pada kisaran 4,5-5,5%. ( Baca:Antisipasi Ekonomi Nasional, Sri Mulyani Pantau Corona Global )

"Asumsi itu diharapkan bisa menimbulkan confident bagi kita untuk melihat proyeksi tahun 2021," katanya.

Dia menegaskan akan menggenjot pemulihan ekonomi di 2021. Serta pada kuartal III tahun ini agar menggairahkan sektor ekonomi Indonesia.

"Inilah yang sekarang menjadi fokus pemerintah dalam menggunakan instrumen kebijakan," jelasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Mengapa ‘Ekonomi Solid’,...
Mengapa ‘Ekonomi Solid’, Namun Sosial-Politik Mulai Gelisah?
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Rekomendasi
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Berita Terkini
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
MANU dan Universitas...
MANU dan Universitas Jember Kolaborasi Perkuat Pengembangan SDM Pertanian
Ini Jenis Produk Sawit...
Ini Jenis Produk Sawit dan Batu Bara yang Ekspornya Diatur Lewat PT DSI
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved