Gebrakan Erick Rombak Perusahaan Pelat Merah, Denny Siregar: Nafas Baru BUMN
Senin, 22 Juni 2020 - 11:51 WIB
loading...
A
A
A
Hal yang sama terang Denny juga dialami oleh Erick Thohir, dimana harus mampu mengakomodir beberapa pesanan untuk mencari direksi-direksi yang mumpuni. Diungkapkan juga olehnya, ketika Erick mulai melakukan bongkar pasang atau bahkan menciutkan jumlah perusahaan BUMN, pasti ada yang dikorbankan.
"Mereka yang dulu dapat jatah besar di era Rini Soemarno, harus menghadapi kenyataan tersingkir. Dan yang biasanya diam saja, langsung teriak ke mana-mana. Pada intinya sebenarnya adalah masalah jatah yang berkurang dari biasanya. Jadi saya paham kenapa banyak sekali yang menyerang Erick Thohir belakangan ini. Seandainya dia mau main aman saja, tentu tidak banyak suara negatif ke dia," paparnya.
Namun terang dia, Erick mendapatkan tugas dari Jokowi untuk mereformasi BUMN menjadi perusahaan multinasional dan untuk itu dia harus siap berhadapan dengan orang-orang yang tidak puas dengan apa yang dia lakukan. Hal itu juga ditekankan beberapa kali oleh Menterui Erick bahwa dirinya tidak takut diancam perihal perombakan jajaran direksi BUMN.
"Meski pasti tidak sempurna, tapi yang saya lihat sementara ini, Erick Thohir tetap berada di jalurnya. Dia juga mendapat restu Jokowi. Poin saya cukup, selama Jokowi memberi restu, maka akan terus menjaganya. Dan di sini kita akan melihat banyak karakter yang asli bermunculan, ketika periuk nasinya mulai digoyang. Politik itu menarik, tetapi jangan terlalu baper. Kalau kata Don Corleone di film mafia Godfather, "Its just business, nothing personal." Semua itu hanya permainan," ucapnya.
"Mereka yang dulu dapat jatah besar di era Rini Soemarno, harus menghadapi kenyataan tersingkir. Dan yang biasanya diam saja, langsung teriak ke mana-mana. Pada intinya sebenarnya adalah masalah jatah yang berkurang dari biasanya. Jadi saya paham kenapa banyak sekali yang menyerang Erick Thohir belakangan ini. Seandainya dia mau main aman saja, tentu tidak banyak suara negatif ke dia," paparnya.
Namun terang dia, Erick mendapatkan tugas dari Jokowi untuk mereformasi BUMN menjadi perusahaan multinasional dan untuk itu dia harus siap berhadapan dengan orang-orang yang tidak puas dengan apa yang dia lakukan. Hal itu juga ditekankan beberapa kali oleh Menterui Erick bahwa dirinya tidak takut diancam perihal perombakan jajaran direksi BUMN.
"Meski pasti tidak sempurna, tapi yang saya lihat sementara ini, Erick Thohir tetap berada di jalurnya. Dia juga mendapat restu Jokowi. Poin saya cukup, selama Jokowi memberi restu, maka akan terus menjaganya. Dan di sini kita akan melihat banyak karakter yang asli bermunculan, ketika periuk nasinya mulai digoyang. Politik itu menarik, tetapi jangan terlalu baper. Kalau kata Don Corleone di film mafia Godfather, "Its just business, nothing personal." Semua itu hanya permainan," ucapnya.
(akr)
Lihat Juga :