New Normal, Aktivitas Diprediksi hanya 58% Dibanding Sebelum Covid-19
Senin, 22 Juni 2020 - 13:30 WIB
loading...
A
A
A
Senada dengan kegiatan belajar dan bekerja, aktivitas dengan persentase pemulihan tertinggi kedua ada pada aktivitas konsumsi (belanja indoor di minimarket, supermarket, atau pusat perbelanjaan indoor lainnya). Survei menunjukkan, pemulihan aktivitas ini akan mencapai 57,9%.
Namun untuk aktivitas makan di restoran tidak mencapai setengah dari masa normal sebelum COVID-19. "Masyarakat tentunya lebih memilih untuk makan di rumah masing-masing dan menghindari tempat makan indoor (dalam ruang). Di samping itu, UMKM kuliner juga mulai mengandalkan layanan pesan antar ketimbang dine-in di masa pandemi," ungkap survei tadi.
Hasil survei selanjutnya mencatat, dua aktivitas dengan tingkat pemulihan terendah di antara yang lain adalah aktivitas mengunjungi pusat kebugaran indoor (gym, gedung olah raga, sasana, dan lainnya), dan aktivitas hiburan outdoor seperti konser off air, mengunjungi pameran, dan sebagainya.
Seperti dijelaskan oleh Pakar Epidermis Universitas Indonesia Dr Tri Yunis Miko Wahyono, risiko tertular virus COVID-19 juga cukup tinggi ketika seseorang melakukan aktivitas olah raga di tempat olah raga indoor. Senada dengan aktivitas di gym, tingkat risiko penularan virus Covid-19 juga cukup tinggi ketika seseorang menghadiri konser off air atau pameran.
(Baca Juga: 5 Tips Aman Berolahraga di Masa New Normal)
Sementara, penggunaan transportasi publik padat penumpang dalam kota seperti Transjakarta, bus, KRL, hingga MRT di era new normal hanya akan pulih 33,9%. Wajar saja, penumpang KRL itu sendiri memang sudah dibatasi, 74 orang per gerbong demi mencegah penularan COVID-19. Meski sudah dikurangi, masyarakat tampaknya masih cukup khawatir terhadap risiko penularan virus ini.
Di sisi lain, tingkat pemulihan penggunaan kendaraan taksi atau taksi online berkisar adalah 44,16%, lebih tinggi dari ojek atau ojek online.
Namun untuk aktivitas makan di restoran tidak mencapai setengah dari masa normal sebelum COVID-19. "Masyarakat tentunya lebih memilih untuk makan di rumah masing-masing dan menghindari tempat makan indoor (dalam ruang). Di samping itu, UMKM kuliner juga mulai mengandalkan layanan pesan antar ketimbang dine-in di masa pandemi," ungkap survei tadi.
Hasil survei selanjutnya mencatat, dua aktivitas dengan tingkat pemulihan terendah di antara yang lain adalah aktivitas mengunjungi pusat kebugaran indoor (gym, gedung olah raga, sasana, dan lainnya), dan aktivitas hiburan outdoor seperti konser off air, mengunjungi pameran, dan sebagainya.
Seperti dijelaskan oleh Pakar Epidermis Universitas Indonesia Dr Tri Yunis Miko Wahyono, risiko tertular virus COVID-19 juga cukup tinggi ketika seseorang melakukan aktivitas olah raga di tempat olah raga indoor. Senada dengan aktivitas di gym, tingkat risiko penularan virus Covid-19 juga cukup tinggi ketika seseorang menghadiri konser off air atau pameran.
(Baca Juga: 5 Tips Aman Berolahraga di Masa New Normal)
Sementara, penggunaan transportasi publik padat penumpang dalam kota seperti Transjakarta, bus, KRL, hingga MRT di era new normal hanya akan pulih 33,9%. Wajar saja, penumpang KRL itu sendiri memang sudah dibatasi, 74 orang per gerbong demi mencegah penularan COVID-19. Meski sudah dikurangi, masyarakat tampaknya masih cukup khawatir terhadap risiko penularan virus ini.
Di sisi lain, tingkat pemulihan penggunaan kendaraan taksi atau taksi online berkisar adalah 44,16%, lebih tinggi dari ojek atau ojek online.
Lihat Juga :