Menko Airlangga Pastikan RI Tidak Akan Kurangi Minyak Sawit untuk Biodiesel
Selasa, 24 Mei 2022 - 22:20 WIB
loading...
A
A
A
Kementerian Perdagangan Indonesia pada hari Senin (23/5) mengeluarkan aturan yang menyatakan bahwa perusahaan harus mendapatkan izin ekspor yang hanya akan diberikan kepada mereka yang mampu memenuhi apa yang disebut Kewajiban Pasar Domestik (DMO). Peraturan itu tidak merinci apa yang akan terjadi pada DMO itu, tetapi izin akan berlaku selama enam bulan.
Baca Juga: Militer Ukraina Serang Pasukan Rusia dengan Artileri Barat
Kebijakan DMO mengharuskan produsen untuk menjual sebagian produk mereka secara lokal pada tingkat harga tertentu. Kebijakan ini digunakan sebelum terbutnya larangan ekspor sebagai upaya untuk memastikan pasokan lokal, namun gagal menekan harga minyak goreng.
Terkait berapa porsi minyak sawit yang harus dijual di dalam negeri dengan DMO, Menko Airlangga mengatakan targetnya adalah 20%. "Saat ini (DMO) sudah 30%, tapi akan turun menjadi 20% jika harga minyak turun," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Menko Airlangga juga mengatakan bahwa Indonesia tetap optimistis dengan prospek pertumbuhan ekonominya. Indonesia, kata dia, telah menjadi salah satu ekonomi yang terkuat di kawasan Asia Tenggara dengan pertumbuhan 5% dalam dua kuartal terakhir, sebanding dengan Vietnam. "Kami (masih) optimistis pertumbuhannya bisa 5%, tapi tergantung harga energi," tandasnya.
Baca Juga: Militer Ukraina Serang Pasukan Rusia dengan Artileri Barat
Kebijakan DMO mengharuskan produsen untuk menjual sebagian produk mereka secara lokal pada tingkat harga tertentu. Kebijakan ini digunakan sebelum terbutnya larangan ekspor sebagai upaya untuk memastikan pasokan lokal, namun gagal menekan harga minyak goreng.
Terkait berapa porsi minyak sawit yang harus dijual di dalam negeri dengan DMO, Menko Airlangga mengatakan targetnya adalah 20%. "Saat ini (DMO) sudah 30%, tapi akan turun menjadi 20% jika harga minyak turun," jelasnya.
Pada kesempatan itu, Menko Airlangga juga mengatakan bahwa Indonesia tetap optimistis dengan prospek pertumbuhan ekonominya. Indonesia, kata dia, telah menjadi salah satu ekonomi yang terkuat di kawasan Asia Tenggara dengan pertumbuhan 5% dalam dua kuartal terakhir, sebanding dengan Vietnam. "Kami (masih) optimistis pertumbuhannya bisa 5%, tapi tergantung harga energi," tandasnya.
(fai)
Lihat Juga :