Bahlil Sebut Negara Maju Pakai Standar Ganda dalam Perdagangan Karbon
Rabu, 25 Mei 2022 - 06:02 WIB
loading...
A
A
A
"Negara maju ini mohon maaf mereka pemberi sumbangsih terbesar karena alam mereka sudah tidak terlalu bagus," tukasnya.
Padahal menurut Bahlil Indonesia saat ini masih tergolong banyak memiliki hutan yang dapat menyerap banyak emisi karbon.
Maka dalam aspek menjaga lingkungan Indonesia memiliki potensi untuk melakukan dua pilihan, memelihara hutan yang masih ada, atau melajukan restorasi atau penghijauan kembali.
"Maka saya katakan kepada mereka (negara maju), Indonesia dalam menjaga lingkungan kita melakukan satu kebijakan melarang ekspor nikel ore adalah bentuk afirmatif negara untuk menatakelola lingkungan kita," tuturnya.
"Tapi negara lain memprotes itu, padahal tujuan kita membangun hilirisasi dengan energi baru terbarukan, produk akhirnya kita akan ekspor ke dunia," lanjutnya.
Padahal menurut Bahlil Indonesia saat ini masih tergolong banyak memiliki hutan yang dapat menyerap banyak emisi karbon.
Maka dalam aspek menjaga lingkungan Indonesia memiliki potensi untuk melakukan dua pilihan, memelihara hutan yang masih ada, atau melajukan restorasi atau penghijauan kembali.
"Maka saya katakan kepada mereka (negara maju), Indonesia dalam menjaga lingkungan kita melakukan satu kebijakan melarang ekspor nikel ore adalah bentuk afirmatif negara untuk menatakelola lingkungan kita," tuturnya.
"Tapi negara lain memprotes itu, padahal tujuan kita membangun hilirisasi dengan energi baru terbarukan, produk akhirnya kita akan ekspor ke dunia," lanjutnya.
Lihat Juga :