Daftar Raksasa Tambang Asing Penguasa Harta Karun RI, Nomor 5 Keruk Miliaran Ton Emas
Rabu, 25 Mei 2022 - 15:26 WIB
loading...
Dereta perusahaan tambang asing yang mengeruk hasil tambang di Indonesia. FOTO/Thinkstock Photo
A
A
A
JAKARTA - Kekayaan alam Indonesia di sektor energi yang melimpah ruah membuat banyak raksasa tambang asing berbondong-bondong datang mengeruk keuntungan di Indonesia. Banyak perusahaan asing yang berinvestasi di sejumlah proyek minyak dan gas (migas) serta mineral dan batu bara (minerba) Indonesia.
Ada yang masih menjadi perusahaan asing, ada pula yang kini telah menjadi milik Indonesia setelah beroperasi berpuluh-puluh tahun. Mengutip dari berbagai sumber, berikut deretan perusahaan asing yang menguasai sektor energi di Indonesia.
1. Chevron Pacific Indonesia
Chevron Pacific Indonesia merupakan anak usaha Chevron, perusahaan migas asal Amerika Serikat. Pada tahun 2012, produksi minyak Chevron tercatat mencapai 35% dari total produksi minyak di Indonesia.
Proyek Chevron terhitung cukup banyak di Indonesia, mulai dari pengelolaan Blok Rokan hingga proyek Indonesia Deepwater Development (IDD), namun Chevron sudah hengkang dari proyek tersebut.
Meski demikian, Chevron nampaknya tengah fokus mengembangkan lini bisnis baru yaitu di sektor energi baru terbarukan. Beberapa waktu lalu, Chevron menggandeng Pertamina dalam kerjasama Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) atau teknologi untuk mengurangi karbon yang dihasilkan pembangkit batu bara.
Ada yang masih menjadi perusahaan asing, ada pula yang kini telah menjadi milik Indonesia setelah beroperasi berpuluh-puluh tahun. Mengutip dari berbagai sumber, berikut deretan perusahaan asing yang menguasai sektor energi di Indonesia.
1. Chevron Pacific Indonesia
Chevron Pacific Indonesia merupakan anak usaha Chevron, perusahaan migas asal Amerika Serikat. Pada tahun 2012, produksi minyak Chevron tercatat mencapai 35% dari total produksi minyak di Indonesia.
Proyek Chevron terhitung cukup banyak di Indonesia, mulai dari pengelolaan Blok Rokan hingga proyek Indonesia Deepwater Development (IDD), namun Chevron sudah hengkang dari proyek tersebut.
Meski demikian, Chevron nampaknya tengah fokus mengembangkan lini bisnis baru yaitu di sektor energi baru terbarukan. Beberapa waktu lalu, Chevron menggandeng Pertamina dalam kerjasama Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS) atau teknologi untuk mengurangi karbon yang dihasilkan pembangkit batu bara.
Lihat Juga :